Pekanbaru, NU Online
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau mengusulkan agar pelajaran agama Islam menjadi salah satu mata ujian dalam ujian nasional (UN) ke depan, namun tidak mesti menjadi penentu kelulusan para siswa dan siswi.   <>
"Saya bahkan sudah berulang menyuarakannya di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) serta di Dinas Pendidikan Riau," kata Ketua MUI Riau H Mahdini di Pekanbaru, Selasa (29/5).  Â
Menurutnya, pelajaran agama Islam merupakan mata pelajaran yang sama pentingnya dengan mata pelajaran lainnya yang selama ini dimasukkan dalam UN di jenjang pendidikan sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) sederajat.
Jadi, menurut dia, tidak ada alasan pemerintah untuk tidak menyertakan mata pelajaran agama Islam ke dalam pengujian skala nasional. Untuk menyeimbangkan, demikian Mahdini, pemerintah juga bisa menyertakan mata pelajaran agama lainnya ke dalam UN.
Pengujian mata pelajaran agama, menurut dia, diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan para siswa dan siswi tentang keagamaan yang sejauh ini masih belum menjadi prioritas bagi institusi pendidikan nasional.
"Satu hal yang terpenting adalah dalam pelajaran agama pendidik juga dapat masuk untuk memperbaiki akhlak dan kualitas sosial para pelajar," katanya.  Â
Dengan berbaikan moral dan peningkatan akhlak itu, kata dia, diharapkan nantinya bangsa ini dipimpin oleh para penerus bangsa yang benar-benar memperjuangkan hak kebersamaan antara pemerintah dan rakyat.  Â
Mahdini menegaskan, bahwa pihaknya sangat mendukung berbagai institusi pendidikan yang lebih mengedepankan pelajaran agama demi pembentukan karakter peserta didik yang lebih berkualitas.  Â
"Jika karakter anak bangsa sudah berkualitas, dengan akhlak dan budi pekerti yang tinggi, maka ke depan saya yakin, bangsa ini akan lebih baik dari yang sekarang," katanya.
Â
Redaktur : Syaifullah Amin
Sumber   : Antara
Terpopuler
1
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
2
544 Orang Tewas dalam Gelombang Protes Iran, Amerika Pertimbangkan Opsi Militer
3
Guru Dituntut Profesional tapi Kesejahteraan Dinilai Belum Berkeadilan
4
Dakwaan Hukum Terhadap Dua Aktivis Pati Botok dan Teguh Dinilai Berlebihan dan Overkriminalisasi
5
KontraS Soroti Brutalitas Aparat dan Pembungkaman Sipil Usai Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB
6
Nikah Siri Tak Diakui Negara, Advokat: Perempuan dan Anak Paling Dirugikan
Terkini
Lihat Semua