Nahdliyin Sambut Positif Pendirian Rumah Sakit Islam NU Pamekasan
NU Online · Ahad, 27 Oktober 2019 | 00:30 WIB
Ribuan nahdliyin menghiasi penutupan Hari Santri 2019 di halaman kampus Universitas Islam Madura (UIM), Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan, Sabtu (26/10) malam. (Foto: NU Online/Anam)
Hairul Anam
Kontributor
Pamekasan, NU Online
Tepuk tangan dan gemuruh syukur ribuan nahdliyin menghiasi penutupan Hari Santri 2019 di halaman kampus Universitas Islam Madura (UIM), Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan, Sabtu (26/10) malam. Hal itu tidak terlepas dari sambutan menarik Ketua PCNU Pamekasan, KH Taufik Hasyim.
Pengasuh Pesantren Sumber Anom, Palengaan tersebut menjelasan bahwa PCNU Pamekasan bersiap mendirikan rumah sakit. Rumah Sakit Islam NU, namanya.
"Rumah Sakit Islam NU ini kebutuhan kita bersama, utamanya warga nahdliyin," tegas Kiai Taufik.
Menurutnya, pendanaan sudah disiapkan dan diusahakan. Nahdliyin, utamanya di Kabupaten Pamekasan, diharapkan juga terlibat aktif dalam pendirian Rumah Sakit Islam NU.
"Agar kita semua warga NU ikut andil turut mendulang pahala, tentu diharapkan gotong royong mewujudkan pendirian Rumah Sakit Islam NU," ujarnya.
Diungkapkan, panitia rencana pembangunan sudah mencetak kupon. Harganya Rp.25 ribu tiap kupon. Kupon tersebut disampaikan lewat MWCNU. Dari MWCNU ke Pengurus Ranting NU di tingkat desa atau RT.
"Kiranya berkenan ikut andil agar pahalanya diraih bersama-sama. Lewat MWCNU dan ranting, nanti disalurkan kupon pendanaan guna mempercepat terwujudkan Rumah Sakit Islam NU," paparnya.
Pada Malam Puncak Penutupan Hari Santri 2019 tersebut, ribuan nahdliyin dimohon keikhlasannya untuk mengisi kotak infaq yang disebarkan panitia untuk kelancaran pembangunan Rumah Sakit Islam NU. Dan, saat petugas menyebar kotak infaq itu langsung diserbu ribuan nahdliyin. Mereka antusias menyisihkan rezekinya.
Pengurus GP Ansor Kadur, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Rey Akmal Fauzi mendukung penuh persiapan pendirian Rumah Sakit Islam NU itu. Menurutnya, terobosan tersebut bakal menjadi sejarah prestisius di Madura. Sebab, hingga kini PCNU di empat kabupaten di Madura belum punya rumah sakit NU.
"Ini menjadi langkah awal bagi kebangkitan NU di Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan. Ini juga menegaskan bahwa NU tidak hanya peduli terhadap persoalan amaliyah, tetapi juga perhatian terhadap pentingnya dunia kesehatan," tukasnya.
Pewarta: Hairul Anam
Editor: Aryudi AR
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
4
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
5
Data Terbaru Kecelakaan Kereta: 16 Orang Meninggal Dunia
6
Cerita Pilu Ibu Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Anak Saya Terbalik Kepala di Bawah
Terkini
Lihat Semua