NU Jatim: Idealnya Pemimpin yang Mendatangi Rakyat
NU Online Ā· Senin, 12 Agustus 2013 | 05:30 WIB
Surabaya, NU Online
Banyak cara dilakukan untuk meminta maaf kepada sesama. Semuanya bermuara kepada satu tujuan yakni agar kesalahan dan khilaf dapat lebur dan berganti ampunan.
<>
āSebenarnya silaturrahim bisa dilaksanakan setiap waktu dan tidak harus setelah Idul Fitri,ā kata KH Abdurrahman Navis kepada NU Online (11/8). Ā Bagi dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya ini, kesalahan dan khilaf yang dilakukan manusia tidak sepatutnya menunggu setahun untuk memintakan maaf.
Namun Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur ini mengakui bahwa āMomentum Ā Idul Fitri menjadi lebih bermakna dengan silaturahim sebagai implementasi hablum minannas karena sudah melaksanakan puasa selama sebulan sebagai bentuk hablum minallah,ā terangnya.
Untuk bisa mencapai silaturahim yang ideal, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur ini menyarankan agar saat beranjangsana, mereka yang usianya lebih muda mendatangi yang tua. Demikian juga āDiupayakan mereka yang kaya mendahului untuk berkunjung kepada yang miskin,ā lanjutnya.
Sedangkan untuk para pejabat, Kiai Navis menyarankan agar mereka yang memiliki inisiatif untuk mendatangi rakyat. āSangat disarankan kalau pejabat mengadakan silaturahim dengan menyapa dan memintakan maaf kepada rakyat yang dipimpinnya,ā ungkapnya.
Karena bagaimanapun baiknya seorang pemimpin, pastinya ada saja kebijakan dan aturan yang membuat sakit rakyat.Ā
āMeskipun hal itu demi kebaikan mereka, namun ada kalanya masyarakat tidak mengerti tujuan mulia dari peraturan yang diberlakukan,ā tegasnya.
Karena itu pengasuh konsultasi agama di sejumlah radio dan media cetak ini menyarankan agar ada kesadaran dari para pemimpin untuk lebih dahulu menyapa rakyat.Ā
āHarusnya pejabatlah yang mendahului memintakan ampun kepada rakyatnya,ā sergahnya.
Terhadap kegiatan open house yang diselenggarakan sejumlah kepala daerah, Kiai Navis juga menangkap hal itu sebagai sebuah tradisi yang baik. āSaya mengapresiasi itikad baik dari kegiatan open house tersebut sebagai manivestasi keinginan pejabat untuk meminta maaf kepada rakyat,ā katanya.
Sebagai sebuah kegiatan positif, Kiai Navis mengharapkan agar hal itu tidak disertai dengan hal-hal yang bertentangan dengan agama. āAsal niat karena Allah dan tidak ada unsur maksiat,ā pesannya.
Dan yang juga tidak kalah penting diperhatikan adalah soal pelaksanaan kegiatan. āDibuat yang sederhana saja,ā katanya mengingatkan. āSeharusnya kegiatan tersebut atas biaya sendiri kecuali memang telah diagendakan dan dianggarkan jauh sebelumnya,ā pungkasnya.Ā
Redaktur Ā Ā : Mukafi Niam
Kontributor: Syaifullah
Terpopuler
1
5 Santri Laki-laki Jadi Korban Pelecehan Seksual, Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka
2
Kisah Rombongan Gus Dur Diberondong Senapan di Timor Leste
3
Resmikan Klinik di Cilacap, Gus Yahya: Harus Profesional, Bukan Sekadar Khidmah
4
Haji 2026: 5.426 Jamaah Aceh Siap Terbang, Ini Rute dan Jadwalnya
5
Hukum MenarikĀ UangĀ Parkir di Lahan Orang Lain
6
Safari Diplomatik Terakhir, Gus Yahya Kunjungi Dubes Federasi Rusia
Terkini
Lihat Semua