Jepara, NU Online
Keluarga besar PCNU dan PD Muhammadiyah Jepara tahun ini menyelenggarakan halal bihalal kedua dengan mengangkat tema āMengamalkan Pancasila, Merajut Bhinneka Tunggal Ika, Meneguhkan NKRI Harga Matiā. Halal bihalal dipusatkan di Pendopo kabupaten Jepara, Sabtu (22/07).Ā
Dalam kegiatan yang diikuti oleh ribuan warga NU dan MD itu, ketua PD Muhammadiyah Jepara KH Fahrurrozi menegaskan bahwa Pancasila adalah dasar NKRI yang tidak bisa diganti dengan dasar yang lain.Ā
Pernyataan yang dilontarkan Kiai Fahrur itu juga merujuk kepada hasil Muktamar MD ke 47 di Makassar bahwa Pancasila sebagai darul ahdi, negara yang didasarkan pada perjanjian serta darus syahadah, negara yang didasarkan pada persaksian.Ā
Kiai yang juga mantan politisi itu menambahkan bahwa lahirnya Pancasila tidak lepas dari peran tokoh NU, MD dan nasionalis. āMaka jika kita birrul walidain, cita-cita orang tua mesti dilanjutkan,ā tambahnya.Ā
Hal lain diutarakan Wakil Bupati Jepara H. Dian Kristiandi. Menurutnya Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika ialah kunci untuk memahami dan mengerti perbedaan.Ā
āPerbedaan adalah sebuah keniscayaan,ā tandasnya mewakili Bupati Jepara, H. Ahmad Marzuqi.Ā
Dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh Forkompinda Jepara, KH Ubaidillah Noor Umar, Rais Syuriah PCNU Jepara didaulat untuk menyampaikan mauidhah hasanah.Ā
Mbah Ubaid, sapaan akrab Kiai Ubaidillah dalam mauidhahnya menyatakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah ādibubarkanā oleh pemerintah. Tetapi menurut pengasuh pesantren Darul Ulum desa Banjungharjo kecamatan Donorojo kabupaten Jepara, hanya stempel dan plangnya saja.Ā
Maka, kepada warga NU dan MD, Mbah Ubaid meminta waspada. āJika tidak waspada mereka akan āmenusukā kita,ā pungkasnya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)Ā