Dua Pendidik Perempuan di Rembang Kembangkan Pembelajaran Transformatif Berbasis Video
NU Online Ā· Selasa, 21 April 2026 | 16:00 WIB
Vina, Guru SDN 1 Selopuro ciptakan suasana belajar dengan mengajarkan anak membedakan kebutuhan barang dan jasa dengan konsep cetar mart. (Foto: NU Online/Ayu Lestari)
Ayu Lestari
Kontributor
Rembang, NU Online
Upaya menghadirkan pembelajaran transformatif terus dilakukan para tenaga pendidik, termasuk oleh dua perempuan inspiratif di Kabupaten Rembang. Melalui inovasi berbasis teknologi, keduanya berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Dhina Widiyati, Kepala SD Negeri Karangturi, Lasem, menghadirkan program Sari Savitri (Satu Hari Satu Video Inspiratif). Program ini mendorong para guru untuk memproduksi video pembelajaran setiap hari dan membagikannya melalui media sosial sebagai sumber inspirasi.
āProgram ini bertujuan mendorong guru membuat video pembelajaran secara rutin dan membagikannya sebagai inspirasi bagi guru lain,ā ujar Dhina kepada NU Online, Senin (20/4/2026).
Melalui program tersebut, Dhina menekankan pentingnya peningkatan kompetensi digital guru. Menurutnya, proses produksi video membuat guru lebih matang dalam merancang pembelajaran yang kreatif dan efektif.
āKetika guru tahu karyanya akan dipublikasikan, mereka akan lebih serius menyusun materi. Dampaknya, kualitas pembelajaran meningkat,ā jelasnya.
Program ini juga memicu kompetisi positif di kalangan guru. Mereka berlomba menghadirkan video pembelajaran yang menarik, sehingga suasana belajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa.
Hasilnya terlihat pada capaian sekolah. Rapor pendidikan SDN Karangturi meningkat dari kategori sedang menjadi hijau. Literasi numerasi siswa juga meningkat hingga 30 persen, sementara kualitas pembelajaran naik dari kategori kuning ke hijau.
Selain itu, program ini mempermudah proses supervisi kepala sekolah. Dhina dapat melakukan pemantauan pembelajaran secara lebih fleksibel melalui video yang dihasilkan guru.
āSupervisi tidak harus selalu dilakukan secara langsung di kelas. Dengan video, saya tetap bisa memantau dan mengevaluasi pembelajaran,ā tambahnya.
Ā
ā
Sementara itu, Dwi Oktaviana, guru SD Negeri 1 Selopuro, Lasem, juga menghadirkan inovasi pembelajaran transformatif di tengah keterbatasan. Ia mengembangkan pembelajaran berbasis literasi finansial dengan memanfaatkan teknologi digital.
Dwi, yang akrab disapa Vina, mengaku keikutsertaannya dalam lomba guru transformatif menjadi momentum untuk meningkatkan kompetensi sekaligus menjawab tantangan pendidikan.
āMotivasi saya mengikuti kegiatan ini untuk menambah pengalaman dan memberikan tantangan bagi diri sendiri dalam mencari solusi atas berbagai permasalahan pembelajaran,ā ujarnya.
Dalam praktiknya, Vina memanfaatkan perangkat digital seperti Interactive Flat Panel (IFP) untuk menghadirkan kuis interaktif yang melatih siswa membedakan pengeluaran barang dan jasa.
Ia juga mengembangkan video pembelajaran berbasis proyek melalui konsep CETAR MART, yakni kelas yang disulap menyerupai minimarket.
Dalam kegiatan tersebut, siswa menggunakan uang mainan, mencatat transaksi melalui nota belanja, serta dibekali Celengan Target Pintar (CETAR) untuk membiasakan menabung dan mengelola keuangan secara bijak.
āSaya mendesain kelas seperti minimarket. Siswa berbelanja barang dan jasa, lalu belajar membedakan jenis pengeluaran,ā jelasnya.
Pembelajaran ini menggunakan metode Project Based Learning (PjBL). Siswa diberi tantangan mengelola uang sebesar Rp15 ribu untuk menentukan prioritas belanja di CETAR MART, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan barang dan jasa.
Menurut Vina, pendekatan tersebut bertujuan menanamkan literasi finansial sejak dini secara kontekstual dan menyenangkan.
Program ini juga didukung melalui kemitraan dengan BKK Lasem guna memperluas pemahaman siswa terkait pengelolaan keuangan. Proses pembuatan video pembelajaran, mulai dari persiapan hingga penyuntingan, memakan waktu sekitar tujuh hari.
Melalui inovasi tersebut, Vina berharap kualitas pembelajaran terus meningkat dan siswa memiliki bekal keterampilan hidup yang relevan.
āHarapannya, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memiliki kebiasaan baik dalam mengelola keuangan sejak dini,ā pungkasnya.
Terpopuler
1
Melalui PBNU, YANMU Salurkan 11 Ambulans dan 1.000 Al-Quran untuk PWNU dan PCNU
2
Disertasi tentang Orientasi Doktrinal NU Antar Asikin Sumarto Raih Doktor di University of Jordan
3
Nasirun, Keluarganya, dan Tarekat
4
PBNU Pastikan Pesantren Tambakberas Siap Tampung 3.000 Lebih Peserta Muktamar Ke-35 NUĀ
5
Masuk Bursa Bakal Calon Ketua Umum PBNU, Ini Kiprah dan Profil KH Marsudi Syuhud
6
Baznas Ajak Elemen Bangsa Perkuat Persatuan melalui Gerakan Zakat
Terkini
Lihat Semua