Ansor Bertani, Bawean Kelola Lahan Produktif Kembangkan Pertanian Berkelanjutan
NU Online · Jumat, 24 April 2026 | 16:00 WIB
Gresik, NU Online
Semangat kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan terus digaungkan oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor, salah satunya dengan kegiatan bertajuk ‘Ansor Bertani’. Program ini dicanangkan oleh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Bawean melalui Badan Usaha Milik Ansor (BUMA).
Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jatim pun melaksanakan kunjungan ke Bawean pada Kamis (23/4/2026). Agenda ini sekaligus untuk meninjau langsung lahan pertanian produktif yang dikelola oleh BUMA Bawean. Kunjungan ini sebagai apresiasi atas inovasi dan kerja keras kader Ansor Bawean dalam mengembangkan sektor pertanian secara berkelanjutan.
Ketua PC GP Ansor Bawean, Nanang Qosim, menegaskan bahwa program ‘Ansor Bertani’ merupakan langkah konkret dalam menjawab tantangan ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian organisasi.
“Program ini bukan sekadar kegiatan pertanian, tetapi bagian dari ikhtiar membangun kemandirian kader dan masyarakat. Kami ingin Ansor hadir sebagai solusi, terutama dalam penguatan ekonomi berbasis potensi lokal,” ujar Nanang diberitakan NU Online Jatim.
Ia menambahkan, kader GP Ansor harus mampu bertransformasi menjadi organisasi yang tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial-keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi umat.
“Keterlibatan kader Ansor dalam sektor produktif seperti pertanian menjadi penting di tengah dinamika ekonomi saat ini,” tegasnya
Dirinya berharap, program ini dapat berperan sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan. Menurutnya, inisiatif ‘Ansor Bertani’ sekaligus menjadi representasi bahwa Ansor tidak hanya berorientasi pada penguatan ideologi dan kaderisasi, tetapi pada upaya nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-92 GP Ansor, sekaligus menegaskan komitmen organisasi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis kader dan masyarakat lokal,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, lahan pertanian seluas satu hektar tersebut dikelola secara produktif dengan berbagai komoditas hortikultura. Tercatat sebanyak 3.000 tanaman semangka, 1.500 melon, 1.500 kacang panjang, 1.000 mentimun, 1.000 tomat, serta 1.000 terong tumbuh subur dan tertata rapi.
“Diversifikasi tanaman ini dinilai sebagai strategi adaptif untuk menjaga stabilitas hasil panen sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sektor pertanian,” pungkasnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat Dzulqadah: Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai
2
Khutbah Jumat: Jangan Halalkan Segala Cara Meski Hidup Sedang Sulit
3
Khutbah Jumat: Menghidupkan Tradisi Membaca di Zaman Serba Instan
4
Hukum Mengubur Ikan Sapu-Sapu Hidup-hidup, Bolehkah?
5
Khutbah Jumat: Hari Bumi Sedunia, Mari Jaga Alam Kita
6
Khutbah Jumat: Meneladani Persahabatan Nabi dengan Alam
Terkini
Lihat Semua