NU Tidak Hanya Tahlilan untuk Bantu Korban Bencana
NU Online · Senin, 9 Januari 2006 | 03:07 WIB
Banjarnegara, NU Online
Wakil Sekjen PBNU Taufik Abdullah mengatakan, NU mempunyai tanggung jawab besar tergadap masalah sosial. Karena itu, NU akan berupaya keras membantu para korban bencana di tanah air, seperti yang dilakukan NU terhadap masyarakat Aceh, Jember dan Banjarnegara. Musibah yang bertubi-tubi menimpa bangsa Indonesia adalah momentum yang tepat untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara dalam saling mengasihi dan peduli terhadap sesama.
”NU itu tidak hanya tahlilan, yasinan dan sholawatan. NU harus punya kepedulian sosial, karena NU punya tanggung jawab besar sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Musibah di Aceh, Jember, Nabire, Banjarnegara mengetuk hati kami untuk peduli terhadap sesama,” kata Taufik Abdulllah di lokasi Longsor di desa Sijeruk Banjarmangu Banjarnegara, Ahad (8/1).
<>Menurut Taufik, sapaan akrab Taufik Abdullah, sebagai organisasi yang besar, NU harus mampu menjawab tuntutan umat. Karena NU memang bukan saja organisasi keagamaan, tapi juga organisasi yang bergerak di bidang sosial. ”NU selama ini dikenal punya ritual seperti tahlilan, yasinan atau ritual yang lain. Tradisi keagamaan seperti itu harus tetap dipertahankan, tapi masalah sosial dan pemberdayaan umat jangan sampai terlupakan,” jelasnya.
NU, lanjut Taufik, jika hanya fokus kepada masalah keagamaan atau tidak mampu menjawab kebutuhan umat, lambat laun akan ditinggalkan oleh umatnya. Terkait dengan itu, Taufik yang juga koordinator Komite Penanggulangan Bencana Nahdlatul Ulama (KPB-NU) meminta kepada Pimpinan Wilayah (PW), Pimpinan Cabang (PC), Majlis Wakil Cabang (MWC) dan Pimpinan Ranting (PR) untuk membangkitkan semangat sosial warga NU.
”Banyak PW atau PC yang sudah banyak berperan di bidang sosial. Tapi kami harap gerakan PBNU di bidang sosial ini menjadi gerakan nasional,” ungkapnya.(amh)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
2
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
3
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
4
Khutbah Bahasa Jawa: Kautaman Silaturahim lan Cara Nepung Paseduluran
5
Khutbah Idul Fitri: Saatnya Menghisab Diri dan Melanjutkan Kebaikan
6
Khutbah Idul Fitri 2026: Refleksi Makna Kembali ke Fitrah secara Utuh
Terkini
Lihat Semua