Jember, NU Online
Khittah sering kali diartikan NU harus netral dalam berpolitik. Tidak boleh berpolitik, tapi harus fokus sebagai organisasi keagamaan. Padahal bukan seperti itu. Khittah adalah garis yang dijadikan landasan bergerak dan berpikir di dalam menjalankan amanah organisasi.
“Khittah yang sering diartikan pengurus NU harus netral itu biasanya disuarakan ‘orang luar’ yang punya kepentingan politik terhadap NU,” tukas Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin saat memberikan pengarahan dalam acara Turba PCNU Jember Zona 2 di Balai Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, Jember, Jawa Timur, Sabtu (9/3).
Menurutnya, Khittah sama sekali tidak berarti netral, dalam pengertian menjaga jarak yang sama dengan semua kekuatan partai politik. Ia menjelaskan, dalam sejarahnya, NU tidak pernah jauh-jauh dari politik. Ketika NU didirikan (1926), NU murni organisasi diniyah ijtima’iyah. Saat itu NU fokus dakwah dan pendidikan, dan tidak masuk dalam politik praktis karena ketika itu memang belum ada partai politik.
“Jadi khittah NU saat itu, ya fokus dakwah dan sebagainya,” ucapnya.
Namun dalam perkembangannya, NU menjadi partai politik (1955). Bahkan dalam Pemilu tahun 1955, Partai NU masuk 5 besar nasional. “Berati khittah NU saat itu menjadi partai politik,” urainya.
Demikian juga ketika NU harus berfusi kedalam PPP, maka khittah NU adalah mendukung PPP. Hingga akhirnya keluar dari PPP, dan saat era reformasi NU membidani kelahiran Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
“Siapa bilang NU harus netral karena ada khittah. Itu pengertian yang sangat keliru. Khittah itu adalah garis yang dijadikan landasan bergerak dan berpikir sesuai dengan keputusan Muktamar,” pungkasnya. (Aryudi AR)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
5
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
6
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar: Tugas Pengurus Merangkul Semua Elemen, Meningkatkan Kualitas Nahdliyin
Terkini
Lihat Semua