Daerah

Pelatihan Fasilitator Bimwin, Pusdeka UNU Yogyakarta Perkuat Literasi Keluarga

NU Online  ·  Rabu, 16 September 2026 | 08:30 WIB

Pelatihan Fasilitator Bimwin, Pusdeka UNU Yogyakarta Perkuat Literasi Keluarga

Peserta Bimbingan Teknis Fasilitator Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin angkatan kedua UNU Yogjakarta. (Dok Rindang)

Yogyakarta, NU Online

Pusat Studi Kependudukan dan Kesejahteraan Keluarga (Pusdeka) Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenetrian Agama RI mengadakan Bimbingan Teknis Fasilitator Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin angkatan kedua. 

 

Agenda ini diadakan selama tiga hari mulai Jumat hingga Ahad, 11–13 September 2026 di Hotel Grand Keisha Yogyakarta.

 

Direktur Pusdeka Rindang Farihah menyebut agenda ini diikuti oleh 49 peserta yang berasal dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bengkulu. 

 

Latar belakang peserta pun beragam mulai dari pengurus Kantor Urusan Agama (KUA), akademisi, dan praktisi isu keluarga. 

 

“Setelah mengikuti agenda ini harapannya para peserta bisa menjadi fasilitator profesional yang bisa membagikan ilmu dan pengalamannya di daerah masing-masing,” ujar Rindang dalam keterangannya diterima NU Online, Rabu (16/9/2026).

 

Menurutnya, isu keluarga menjadi salah satu isu yang diperhatikan oleh Pusdeka sejak lembaga ini berdiri pada 2022. 

 

Terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, meningkatnya perceraian, hingga minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi menjadi beberapa isu krusial yang diamati oleh lembaganya.

 

Sementara itu dalam sambutannya, Rektor UNU Yogyakarta Fahmy Akbar Idries mengapresiasi kerja sama ini. Ia berharap akan ada kerja sama yang berkelanjutan antara UNU Yogyakarta dan Dirjen Bimas Islam di masa mendatang.

 

“Bimbingan perkawinan saat ini jadi kebutuhan di tengah kompleksitas masalah rumah tangga, terutama di kalangan anak muda,” ujar Fahmy. 

 

Ia membandingkan bagaimana generasi yang lebih tua tidak mendapatkan bimbingan bagaimana mengarungi kehidupan rumah tangga sehingga kerap menemui kebingungan. 

 

"Dengan adanya Bimwin diharapkan membantu pasangan suami istri untuk bisa lebih siap lahir dan batin dalam membina rumah tangganya," harapnya.

 

Dalam acara ini hadir pula Kasubdit Bina Keluarga Sakinah Kemenag RI Jaja Zarkasyi yang memaparkan arah kebijakan terkait pengembangan Bimwin. Ia sekaligus menjelaskan bagaimana Kemenag RI saat ini  memiliki data terkait situasi pernikahan di Indonesia yang berasal dari KUA di seluruh penjuru tanah air. 

 

"Data ini bisa menjadi pijakan pemerintah untuk melakukan intervensi dalam membina keluarga yang sakinah dan maslahah di Indonesia," ujarnya. 

 

Selama tiga hari peserta mendapat berbagai materi untuk bimbingan perkawinan, mulai dari teknik fasilitasi hingga pengetahuan dan pemahaman mengenai konsep keluarga sakinah maslahah.  

 

Harapannya para peserta mampu memberikan bimbingan untuk calon pengantin sesuai dengan materi yang disusun oleh tim BKS Kemenag RI.  Di antaranya menekankan prinsip keadilan, keseimbangan dan kesalingan atau mubadalah, sebagai fondasi bangunan sebuah keluarga sakinah maslahah. 

 

Para peserta mendapatkan pemaparan dari para Instruktur nasional Bina Keluarga Sakinah, yaitu Fatma Amalia, Sugeng Widodo, Nurmey Nurulchaq, Rindang Farihah, Khotimatul Husna, dan Wiwin Siti Aminah Rohmawati.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang