Jember, NU Online
Para pemuda harus memiliki idealisme dan berani berjuang untuk menegakkan idealisme tersebut. Tentu saja idealisme yang dimaksud adalah idealisme yang berpegangan kepada nilai-nilai kebenaran.
Ā
Demikian diungkapkan oleh Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISNU Kalisat, Kabupaten Jember, Ahmad Badrus Sholihin saat menjadi pemateri dalam Kajian Muslim Milenial di halaman Masjid Besar Al-Barokah, Kalisat, Sabtu (5/10) malam.
Ā
Menurut Ra Badrus, sapaan akrabnya, perjuangan untuk menegakkan idealisme memang tidak landai. Sebab tidak semua orang menyukai kebenaran. Tapi jika dilakukan dengan sungguh-sungguh seraya memohon pertolongan Allah, maka keberhasilan bisa diraih.
Ā
Ia lalu merujuk pada kisah Ashabul Kahfi. Katanya, mereka adalah para pemuda yang konsisten dan berani mempertahankan apa yang diyakininya. Meskipun mereka hanya bertujuh, dan menghadapi penguasa dan pengikutnya yang sangat kejam.
Ā
āBisa dibayangkan, 7 orang pemuda melawan 1 kerajaan. Siapa yang menang? Allah menunjukkan kepada kita bahwa para pemuda yang tidur di gua itulah pemenang sejati. Kisah keteladanan mereka abadi,ā ujarnya.
Ā
Ra Badrus menambahkan, di jaman sekarang, istiqamah di jalan kebenaran dan idealisme seperti Ashabul Kahfi masih relevan untuk diterapkan. Sebab, tantangan zaman semakin berat. Jika dulu Ashabul Kahfi melawan orang-orang yang syirik kepada dewa-dewa dan para penyembah berhala, maka kini musuh para pemuda adalah berhala-berhala materialisme. Yaitu orang-orang yang menjadikan materi dan uang sebagai tujuan hidup. Mereka yang menjadikan uang sebagai ātuhanā. Uang adalah satu-satunya yang mereka cintai.
Ā
āInilah sumber malapetaka yang paling nyata. Korupsi, kolusi, nepotisme, dan kerusakan moral bangsa semuanya berpangkal dari pemberhalaan uang ini. Seharusnya ini juga menjadi perhatian kita semu,ā tambahnya.
Ā
Ā
Untuk menghadapi āmusuh-musuhā itu, Ra Badrus menyebut setidaknya ada dua hal yang harus dilakukan generasi muda. Pertama, tekun mendalami ilmu pengetahuan di semua bidang dan disiplin ilmu. Tidak membeda-bedakan antara ilmu agama dan umum.
Ā
āSemua ilmu yang bermanfaat dan membawa maslahat, wajib dikuasai oleh para pemuda muslim. Ini syarat mutlak,ā jelasnya.
Ā
Kedua, biasakanlah untuk hidup sederhana. Tujuannya agar terhindar dari sasaran diperbudak oleh materi dan uang. Diakuinya, uang itu penting tapi bukan segala-galanya.
Ā
āUang sekadarnya saja, demi memenuhi kebutuhan pokok kita dan keluarga. Jika masih ada sisa, maka seharusnya untuk berjuang di jalan Allah, khususnya dalam upaya mengentaskan kemiskinan,ā pungkasnya.
Ā
Pewarta: Aryudi AR
Editor: Ibnu Nawawi
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Lowongan Kerja Belum Ramah Difabel, Di Mana Letak Keadilannya?
Terkini
Lihat Semua