Pemulihan Pascabencana Tak Kunjung Tuntas, Warga Reje Payung Aceh Tengah Hijrah ke Daerah Lain
NU Online · Kamis, 30 April 2026 | 23:00 WIB
Jakarta, NU Online
Pemulihan pascabencana di Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, belum sepenuhnya tuntas. Kondisi ini membuat sebagian warga memilih hijrah ke daerah lain untuk mencari penghidupan baru. Sementara itu, warga yang masih bertahan berusaha melanjutkan hidup di hunian sementara (huntara) dan memanfaatkan kebun yang masih tersisa.
Sekretaris Desa Kampung Reje Payung, Suparman, menjelaskan bahwa warga yang kehilangan rumah akibat terseret arus kini tidak lagi tinggal di tenda darurat. Mereka telah dipindahkan ke hunian sementara.
“Masyarakat yang rumahnya hanyut sudah tidak ada lagi tinggal di tenda karena sudah pindah ke huntara,” ujar Suparman kepada NU Online melalui sambungan telepon pada Selasa (28/4/2026).
Suparman menambahkan, rata-rata sawah dan kebun milik warga sudah tidak bisa lagi digunakan setelah bencana melanda. Kerusakan tersebut membuat sumber penghidupan masyarakat semakin terbatas.
Meski demikian, sebagian warga masih berusaha memanfaatkan kebun yang kondisinya memungkinkan untuk diolah, meski harus ditempuh dengan berjalan kaki. Di sisi lain, ada pula warga yang memilih pergi ke kabupaten lain untuk mencari kehidupan baru.
“Ada yang ke kebun tapi jalan kaki, Ada juga yang sudah keluar ke kabupaten untuk mencari kehidupan baru dan banyak yang hijrah ke luar daerah,” katanya.
Warga berharap drum yang diberikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat dimanfaatkan untuk membangun kembali jembatan apung agar bisa dilalui kendaraan roda dua.
Warga Kampung Reje Payung, Mulia Rizki, mengatakan kondisi air saat ini masih aman. Namun, jembatan apung sudah putus dan tidak dapat dilalui lagi setelah hujan deras disertai naiknya permukaan air beberapa waktu lalu.
“Kondisi sekarang masih aman untuk air, kalau untuk jembatan apung sudah putus dan nggak bisa dilalui lagi akibat kemarin naik air dan hujan deras,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa sebenarnya sudah ada rencana pembangunan jembatan dari pemerintah. Namun, prosesnya masih membutuhkan waktu sehingga akses masyarakat masih terbatas.
“Ada, tapi masih lama itu,” tegasnya.
Ia berharap pembangunan jembatan di Kampung Reje Payung dapat segera dipercepat. Keberadaan jembatan tersebut dinilai menjadi harapan utama untuk mendukung aktivitas usaha masyarakat agar kehidupan mereka kembali normal.
Kontributor: Ahmad Syafiq S
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua