Daerah

Perkuat Penyuluhan dan Layanan Dakwah, PCNU Pidie Hadirkan Buku Suluh Samara

NU Online  ·  Jumat, 17 April 2026 | 09:30 WIB

Perkuat Penyuluhan dan Layanan Dakwah, PCNU Pidie Hadirkan Buku Suluh Samara

PCNU Pidie dan Kemenag meluncurkan buku Suluh Samara. (Foto: dok istimewa)

Pidie, NU Online

Upaya memperkuat kualitas dakwah dan pelayanan keagamaan terus dilakukan PCNU Pidie melalui kolaborasi strategis bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pidie.


Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui peluncuran buku Suluh Samara, karya yang lahir dari sinergi antara pengurus PCNU Pidie dan para penyuluh agama Islam di daerah tersebut.


Peluncuran buku ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan agenda halal bihalal serta rihlah penyuluh agama di kawasan Agrowisata Kilo Nam Geumpang, Rabu (15/4/2026).


Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang penguatan komitmen dakwah berbasis literasi.


Ketua PCNU Pidie, Tgk Isafuddin, yang turut menjadi salah satu penulis, menegaskan bahwa kehadiran buku Suluh Samara merupakan bagian dari ikhtiar kolektif dalam meningkatkan kapasitas keilmuan penyuluh sekaligus memperkuat kualitas layanan dakwah di tengah masyarakat.


Menurutnya, tantangan dakwah saat ini menuntut pendekatan yang lebih sistematis, terarah, dan berbasis pengetahuan.


“Buku ini bukan sekadar karya tulis, tetapi menjadi panduan praktis dalam membina keluarga sakinah serta memperkuat peran penyuluh sebagai garda terdepan dakwah di tengah masyarakat,” ujarnya.


Ulama muda yang juga menjabat sebagai Kasi Bimas Islam Kemenag Pidie itu menambahkan, kolaborasi antara PCNU Pidie dan Kemenag menjadi faktor kunci dalam mendorong lahirnya berbagai inovasi program keagamaan.


Sinergi tersebut, lanjutnya, telah terbangun melalui berbagai kegiatan pembinaan, pelatihan, hingga aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan umat.


Sementara itu, Kasi Penmad Kemenag Pidie, Saifuddin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PCNU Pidie dalam mengembangkan literasi dakwah. Ia menilai buku Suluh Samara menjadi bukti keseriusan penyuluh agama dalam meningkatkan kapasitas diri dan kontribusi bagi masyarakat.


“Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan PCNU Pidie. Ini menunjukkan bahwa penguatan dakwah tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus dilakukan secara kolaboratif,” ungkapnya.


Ia berharap buku tersebut dapat menjadi referensi penting bagi para penyuluh dalam menjalankan tugas pembinaan keagamaan, khususnya dalam membangun ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai Islam.


Dalam kesempatan yang sama, Ketua PD IPARI Pidie, Mukhlisuddin, menyampaikan bahwa lahirnya buku Suluh Samara tidak terlepas dari semangat kebersamaan para penyuluh yang selama ini aktif dalam berbagai program sosial dan keagamaan.


Mukhlisuddin yang juga Ketua LKKNU PCNU Pidie menyebut, IPARI Pidie terus berupaya menghadirkan program-program inovatif, seperti Suluh Lapas, Suluh Disabilitas, Suluh Sikula, hingga Suluh Bina Rohani Pasien.


“Kolaborasi dengan PCNU Pidie dan Kemenag menjadi kekuatan utama kami dalam menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.


Ia menambahkan, peluncuran buku ini menjadi simbol bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui mimbar dan ceramah, tetapi juga melalui karya tulis yang mampu menjangkau lebih luas dan bertahan lebih lama.


Dengan pendekatan literasi, pesan-pesan keagamaan dapat disampaikan secara lebih sistematis dan mudah dipahami.


Kegiatan ini juga dihadiri ratusan penyuluh agama, kepala KUA, serta berbagai unsur masyarakat yang turut mendukung penguatan peran penyuluh di Kabupaten Pidie.


Dengan hadirnya buku Suluh Samara, PCNU Pidie bersama Kemenag menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan dan layanan dakwah, sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang religius, berilmu, dan berdaya di tengah dinamika zaman.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang