Daerah

Pesan Ketua PWNU Aceh untuk Warga Hadapi Kemarau dan Ancaman El Nino

NU Online  ·  Senin, 20 Juli 2026 | 10:00 WIB

Pesan Ketua PWNU Aceh untuk Warga Hadapi Kemarau dan Ancaman El Nino

Peta potensi kemarau di Provinsi Aceh (Sumber: BMKG)

Banda Aceh, NU Online

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tgk. H. Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Sibreh, mengimbau masyarakat Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang mulai melanda sebagian besar wilayah Aceh. Imbauan tersebut disampaikan menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa fenomena El Nino diperkirakan menguat hingga awal 2027 dan berpotensi berdampak terhadap kondisi cuaca di Aceh.

 

Menurut Abu Sibreh, perubahan iklim yang menyebabkan berkurangnya curah hujan harus disikapi dengan kesiapsiagaan bersama. Selain berpotensi memicu kekeringan lahan pertanian, musim kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta krisis ketersediaan air bersih di sejumlah daerah.

 

"Kita mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Jangan melakukan pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan karena kondisi cuaca yang kering sangat rentan memicu kebakaran. Menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan kemanusiaan," ujar Abu Sibreh, Sabtu (18/7/2026).

 

Ia mengatakan, Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga keseimbangan alam dan tidak melakukan kerusakan di muka bumi. Karena itu, menghadapi musim kemarau tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

 

Abu Sibreh juga mengingatkan para petani agar mulai mengantisipasi kemungkinan berkurangnya pasokan air untuk lahan pertanian. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan masyarakat perlu diperkuat agar dampak kekeringan terhadap sektor pertanian dapat diminimalkan.

 

"Kita berharap pemerintah memperkuat langkah mitigasi, terutama di daerah sentra pertanian yang mulai mengalami kekeringan. Irigasi, embung, dan sumber air yang ada harus dimanfaatkan secara optimal agar hasil pertanian masyarakat tetap terjaga," katanya.

 

Selain sektor pertanian, Abu Sibreh juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan selama musim kemarau dengan memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas di bawah terik matahari pada siang hari, serta memperhatikan kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.

 

Ia mengapresiasi langkah BMKG yang terus memberikan informasi cuaca secara berkala sebagai bentuk mitigasi bencana hidrometeorologi. Menurutnya, informasi tersebut harus menjadi pedoman bagi masyarakat dalam mengambil langkah antisipatif.


"Informasi dari BMKG harus kita jadikan rujukan agar masyarakat lebih siap menghadapi perubahan cuaca. Jangan menganggap remeh musim kemarau karena dampaknya bisa sangat luas apabila tidak diantisipasi sejak dini," ujarnya.

 

Abu Sibreh juga mengajak masyarakat memperbanyak doa dan istigasah memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa keberkahan serta dijauhkan dari bencana kekeringan, kebakaran hutan, maupun musibah lainnya.

 

"Kita ikhtiar melalui langkah-langkah ilmiah dan kebijakan pemerintah, namun sebagai umat beriman kita juga harus memperbanyak doa kepada Allah SWT agar Aceh senantiasa diberi rahmat, hujan yang bermanfaat, serta dijauhkan dari segala bentuk bencana," katanya.


Perlu diketahui, BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda Banda Aceh memprakirakan sebagian besar wilayah Aceh telah memasuki musim kemarau. BMKG juga memprediksi fenomena El Nino akan mencapai level kuat hingga Januari 2027. Pada 17 Juli 2026, BMKG mendeteksi 19 titik panas di Aceh dengan tingkat kepercayaan sedang yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan apabila tidak diantisipasi.


​​​​​​​PWNU Aceh berharap seluruh warga Nahdliyin dan masyarakat luas dapat menjadikan momentum musim kemarau ini sebagai penguat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, mempererat semangat gotong royong, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana akibat perubahan iklim.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang