Pesantren NTB Terima Terjemahan Alquran bahasa Sasak
NU Online · Kamis, 9 Agustus 2012 | 02:33 WIB
Mataram, NU Online
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendistribusikan terjemahan Alquran dalam bahasa Sasak atau bahasa daerah suku di Pulau Lombok, untuk pesantren dan lembaga pendidikan Islam lainnya.<>
"Edisi pertama sebanyak 6.000 eksemplar, yang didistribusikan ke berbagai pesantren dan lembaga pendidikan Islam lainnya," kata Kabag Humas dan Protokoler Setda NTB Tri Budiprayitno di Mataram, Selasa.
Ia mengatakan, terjemahan Alquran dalam bahasa Sasak itu diserahkan Ketua Tim Penerjemah H Ruba`i Ahmad kepada Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, saat peringatan Nuzulul Quran, 17 Ramadhan 1433 Hijriah, atau 6 Agustus 2012.
Peringatan Nuzulul Quran itu digelar di Masjid Raya At Taqwa Mataram, seusai peletakan batu pertama pembangunan menara 99 (minaret) Masjid Akbar "Islamic Center" NTB, yang terletak di jantung Kota Mataram.
Terjemahan Al Quran dalam bahasa Sasak itu merupakan karya anggota Forum Komunikasi Alumni Timur Tengah.
Terjemahan Al Quran dalam bahasa Sasak itu dinamakan Juz Am`ma Al Majdi, sebagai bentuk penghargaan terhadap keluarga besar Majdi.
Zainul Majdi selaku Gubernur NTB periode 2008-2013 itu, juga merupakan anggota Forum Komunikasi Timur Tengah. Zainul alumni program doktor tafsir Al Quran dari Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.
Hanya saja, terjemahan Al Quran dalam bahasa Sasak itu baru mencakup satu juz, dan tim penerjemah akan merampungkan 29 juz lainnya.
Selain akan melanjutkan terjemahan juz berikutnya, Forum Komunikasi Alumni Timur Tengah itu juga akan menciptakan karya terjemahan Alquran dalam Bahasa Samawa (Suku Sumbawa) dan Mbojo (suku Bima dan Dompu).
"Tentu isi kandungan Alquran akan lebih mudah dipahami jika diterjemahkan dalam bahasa ibu," ujar Tri.
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber : Antara
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua