Kudus, NU Online
Momentum Ramadhan tahun ini ternya mempunyai arti tersendiri bagi kalangan politisi. Mereka memanfaatkan bulan berkah ini untuk mensosialisasikan dirinya sebagai calon legislatif (caleg) pemilu 2014 mendatang. <>
Mereka menebar spanduk bertuliskan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa dan Idul Fitri yang dilengkapi foto, nama, nomor urut dan gambar partainya.Spanduk Ramadhan para caleg ini bertebaran di tempat-tempat strategis sepanjang jalan kota sampai pelosok pedesaan di wilayah Kudus.
Pengamatan NU Online, hampir puluhan caleg dari berbagai partai politik memasang spanduk sesuai model dan gaya komunikasi mereka. Bahkan beberapa parpol memasang bendera yang dikibarkan di sepanjang ruas jalan sehingga memberikan kesemarakan suasana kota pada bulan Ramadhan ini.
Melihat dinamika tersebut, aktivis Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Kudus Mahfudz Nahrowi menilai sangat positif. Artinya, para caleg seakan lebih mendekatkan diri kepada konstituen.
“Adanya itu dapat membuka ruang kepada masyarakat untuk menilai para caleg sehingga mereka bisa dikenal dan menimbang-nimbang menjadi wakilnya,” katanya kepada NU Online Rabu (17/7).
Momentum Ramdhan, kata Nahrowi, memang sangat efektif sebagai sarana komunikasi kepada publik. Namun, dari spanduk dibuat para caleg itu belum terdapat statemen politik yang bisa mengundang simpatik masyarakat.
“Akan lebih baik bila tidak hanya ucapan selamat berpuasa saja, tetapi ada statemen tidak akan gunakan praktek politik uang. Ini akan bisa mengajarkan pendidikan politik yang benar bagi masyarakat,” imbuh aktivis Ansor Kudus ini.
Nahrawi yang juga seorang pendidik ini mengharapkan kepada caleg saat terpilih nanti menjaga komitmen berjuang menyalurkan aspirasi dan tidak lupa terhadap janji-janjinya kepada masyarakat. Lembaga DPR pusat atau daerah, kata Nahrowi, bukanlah tempat untuk bekerja mencari kerja bagi para pengangguran atau mencari prestise bagi para pengusaha atau orang yang sudah mapan.
“DPR/DPRD adalah lembaga dewan yang sangat terhormat dan merupakan lahan untuk mengabdikan jiwa dan raga untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya mengingatkan.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor : Qomarul Adib
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua