Pupuk Organik Buatan NU Jombang Kian Diminati Petani dan Dinas Pertanian
NU Online · Rabu, 25 Agustus 2021 | 05:00 WIB
A. Syamsul Arifin
Kontributor
Jombang, NU Online
Pupuk Organik Cair (POC) buatan CV NU Mandiri Kabupaten Jombang, Jawa Timur makin dilirik banyak kalangan. Tidak sekadar petani di lingkungan NU setempat, tetapi belakangan juga mulai masuk di wilayah pemerintahan melalui Dinas Pertanian Jombang.
Direktur rumah produksi CV NU Mandiri Jombang, Sugiarto menyampaikan, dirinya dan pengelola unit usaha milik NU di Kota Santri ini memang sedang gencar menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi pupuk bisa tersebar luas.
Dinas Pertanian adalah konsumen terbaru setelah ribuan liter POC diproduksi CV NU Mandiri dan dibeli para petani Jombang. Sugiarto memaparkan, 575 liter POC sudah diorder Dinas Pertanian. Pupuk tersebut kemudian didistribusikan kepada para para petani binaan di berbagai daerah di Jombang.
"Setelah beberapa kali kita diskusi dengan Dinas Pertanian, akhirnya dinas tertarik untuk membeli POC kita. Tahap pertama ini 575 liter yang sudah dibeli," ujarnya kepada NU Online, Rabu (25/8).
Ia menjelaskan, Dinas Pertanian memiliki banyak komunitas atau kelompok petani binaan di Jombang. Bahkan menurut data yang diperoleh, kelompok tersebut hampir mayoritas tersebar di semua kecamatan.
"Tetapi sementara ini, dari 575 liter itu dibagikan Dinas Pertanian kepada 5 kecamatan untuk 23 titik," jelas Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang ini.
POC digunakan untuk beragam jenis tanaman. Namun, sementara ini pengelola CV NU Mandiri fokus mengaplikasikannya pada tanaman padi dan ini yang cukup terbukti sukses. Karena ternyata ada banyak kelebihan yang didapat oleh petani saat beralih dari pupuk kimia ke POC.
Sugiarto menuturkan, di antara kelebihannya adalah tanaman padi bebas dari hama tikus. Ini menurutnya sudah seringkali dibuktikan oleh petani sendiri yang sekarang beralih memakai POC buatan CV NU Mandiri Jombang.
Selain itu, lanjut dia, dapat meningkatkan produksi tanam. Hal ini tentu sangat menguntungkan para petani, karena akan berkaitan langsung dengan pemasukan atau isi kantong petani.
"Sisi lain, memasak dengan beras yang memakai POC lebih awet, sudah dibuktikan juga, bahkan bisa bertahan tiga hari tidak basi," tuturnya.
Sugiarto mengutarakan, keberadaan CV NU Mandiri dengan segala produk yang dikelola merupakan ikhtiar PCNU Jombang memaksimalkan kemandirian ekonomi NU, baik secara organisasi (jam’iyah) maupun pengurus dan warga NU (jamaah).
PCNU Jombang sendiri, lanjutnya, belakangan ini cukup serius dalam mengoptimalkan aspek kemandirian ekonomi NU bisa terwujud. Hal ini sudah dimulai dari manajemen Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) yang saham terbesarnya adalah PCNU. Kemudian pendirian Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) yang sudah merata di semua kecamatan di Jombang. Lalu, pendirian CV NU Mandiri yang fokus pada pertanian dan peternakan.
"Ini tentu ke depan masih banyak garapan lain yang terus menopang terciptanya kemandirian ekonomi NU secara maksimal," pungkasnya.
Pewarta: Syamsul Arifin
Editor: Aiz Luthfi
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua