PWNU Jatim Ingatkan Kader Rangkap Jabatan di PBNU untuk Tentukan Sikap
NU Online · Rabu, 19 Januari 2022 | 15:45 WIB
Surabaya, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengingatkan sejumlah kader yang rangkap jabatan untuk menentukap sikap bagi tempat pengabdiannya. Hal itu menyusul beberapa pengurus PWNU Jatim yang direkrut untuk menjadi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pasca-Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama di Lampung.
Pengurus PWNU Jatim yang masuk jajaran Pengurus PBNU periode 2022 - 2027 di antaranya KH Anwar Iskandar (Wakil Rais PWNU Jatim menjadi Wakil Rais 'Aam PBNU), KH Athoillah Anwar (Katib Syuriah PWNU Jatim sebagai Rais PBNU), Prof Akh Muzakki (Sekretaris PWNU sebagai Wasekjen PBNU), KH Abdus Salam Shohib (Wakil Ketua PWNU Jatim sebagai Wasekjen PBNU) dan sejumlah nama lainnya.
Guna menindaklanjuti hal itu, PWNU Jawa Timur mengadakan Rapat terbatas Syuriyah dan Tanfidziyah pada Selasa (18/1/2022) yang membahas persoalan penataan organisasi tersebut.
"Kami mencari solusi atas permasalahan keorganisasian dengan diberikannya amanah PBNU kepada sejumlah pengurus PWNU untuk duduk dalam kepenguruaan PBNU 2022-2027," tutur Prof Akh Muzakki, dalam keterangan tertulis yang diterima NU Online, Rabu (19/1/2022).
Menurutnya, Sesepuh PWNU Jatim KH Anwar Mansur dan KH Anwar Iskandar mengingatkan pentingnya menaati AD/ART NU sebagai pedoman berorganisasi. Setiap kader berhak menentukan tempat pengabdiannya, baik di tingkat PBNU maupun di PWNU.
Forum rapat tersebut pun menyepakati pengisian kekosongan jabatan di PWNU yang ditinggalkan karena wafat atau diangkat ke PBNU dengan prinsip menaati aturan organisasi.
"Ya, seperti tidak boleh rangkap jabatan pengurus harian pada jajaran kepengurusn yang berbeda. Selain itu, harus urut kacang dalam pengirisan jabatan sesuai dengan SK kepengurusan," tutur Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya.
Sejauh ini, selain karena masalah rangkap jabatan, dalam jajaran PWNU Jatim terdapat sejumlah nama yang meninggal dunia. Kondisi ini pun menjadi pembahasan dalam rapat tersebut.
Para masyayikh lanjutnya, memerintahkan untuk menginventarisi figur-figur potensial yang bisa diberi amanah untuk menjabat di kepengurusan hasil PAW, yang resminya akan diputuskan di rapat gabungan pada Selasa 25 Januari mendatang.
"Penentuan figur didasarkan pada dua prinsip: kapasitas keilmuan atau pengalaman dan loyalitas ke organisasi," jelasnya.
Rapat terbatas digelar di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri dan dihadiri Rais PWNU sekaligus tuan rumah rapat, KH M Anwar Manshur, Wakil Rais KH Anwar Iskandar, KH Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah, KH Syafruddin Syarif, KH Abdul Matin Jawahir, KH Hadi Mahfudz, Prof KH Abd A'la, Prof KH Ali Maschan Moesa.
Sedangkan hadir dari jajaran tanfidziyah, Ketua PWNU KH Marzuki Mustamar, KH Abdul Hakim Mahfudz, KH Ahmad Reza Zahid, KH Ma'shum Faqih, KH Abdus Salam Shohib, KH Abdurrahman al-Kautsar, dan Gus Nasruddin Ali.
Editor: Muhammad Faizin
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua