Respons Kekeringan, NU Cilacap Peduli Salurkan 352 Ribu Liter Air Bersih untuk 5.000 KK
NU Online · Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:00 WIB
Relawan menyalurkan air bersih untuk warga Desa Karangbenda, Adipala, Kamis (13/8/2026). (NUCilacap Peduli)
Naeli Rokhmah
Kontributor
Cilacap, NU Online
NU Cilacap Peduli merespons bencana alam kekeringan akibat kemarau dengan menyalurkan bantuan air bersih.
Kepala Cabang NU Car-LAZISNU Cilacap Jawa Tengah Farahdiba menyampaikan, hingga saat ini total distribusi air bersih telah mencapai 352.000 liter dengan penerima manfaat sebanyak 5.000 kepala keluarga (KK).
"Bantuan tersebut telah disalurkan ke delapan kecamatan yang mengalami dampak kekeringan, yakni Patimuan, Gandrungmangu, Bantarsari, Kawunganten, Jeruklegi, Adipala, Wanareja, dan Dayeuhluhur," ujar Farah, Selasa (18/8/2026).
Sejumlah desa yang menerima bantuan di antaranya Cimrutu, Rawaapu, Sidamukti, Bulupayung, Cinangsi, Kertajaya, Karanggintung, Bantarsari, Binangun, Bojong, Kubangkangkung, Kalijeruk, Mentasan, Karangkemiri, Karangbenda, Madura, hingga Matenggeng.
Farah mengungkap aksi kepedulian ini didukung penuh oleh NU Care-LAZISNU Cilacap melalui program kotak infak (Koin) NU.
Lebih lanjut, Farahdiba mengajak seluruh masyarakat untuk turut peduli terhadap kondisi warga yang terdampak bencana kekeringan.
"Kami berharap semakin banyak pihak yang ikut berkontribusi dalam program kemanusiaan ini agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terus terpenuhi selama musim kemarau berlangsung," ujarnya.
Pihaknya juga menginformasikan bahwa program ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya NU Care-LAZISNUCilacap, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap.
Salah satu titik penyaluran air bersih adalah di Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Kamis (13/8/2026). Sebanyak 8.000 liter air bersih didistribusikan kepada warga yang terdampak kekeringan.
Seorang warga, Oniyah (60), mengaku bersyukur mendapatkan bantuan tersebut. Selama sebulan terakhir, ia harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan memasak dan minum karena sumur bor di rumahnya menghasilkan air berwarna kuning dan keruh.
“Untuk masak dan minum selama sebulan ini saya harus beli. Kalau untuk mandi dan cuci pakaian, minta ke tetangga. Ada sumur bor di rumah, tapi kalau dipompa airnya kuning keruh, tidak bisa dipakai,” tutur Oniyah.
Kehadiran relawan NU Cilacap Peduli juga meringankan beban warga. Selain mengisi air ke dalam galon yang dibawa warga, relawan membantu mengangkut galon-galon tersebut hingga ke rumah penerima bantuan.
“Matur nuwun sanget (Terima kasih sekali) NU Cilacap Peduli sudah membawa air bersih untuk kami. Apalagi bapak-bapak relawan mau membantu mengangkat galon-galon saya,” ujar Oniyah.
Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Cilacap, H Basith Wahib, mengatakan distribusi air bersih merupakan bentuk khidmah NU untuk membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan akibat kekeringan.
“Ini adalah khidmah nyata NU untuk masyarakat. Kami berikhtiar hadir di tengah kesulitan warga,” kata Basith di sela-sela distribusi bantuan.
Terpopuler
1
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
2
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
3
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
6
Enam Ruko di Lokasi Pembukaan Muktamar Ke-35 NU Dibongkar, Pedagang Dapat Kompensasi
Terkini
Lihat Semua