Padangpariaman, NU Online
Sekitar 1.500 orang santri dan majelis guru Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat menggelar tahlilan memperingati 14 hari wafat KH Hasyim Muzadi, Kamis (30/3) malam di halaman rusunawa pondok pesantren setempat. Kegiatan tersebut dirangkai dengan dzikir bersama dan tabligh akbar.
Selain santri dari Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, zikir juga dihadiri majelis guru, serta santri dari cabang-cabang Pesantren Nurul Yaqin seperti dari Pesantren Istiqamah Nurul Yaqin Lubuk Alung, Nurul Yaqin Gadur, Nurul Yaqin Al-Hikmah Sungai Bais, Nurul Yaqin Aswaja, Nurul Yaqin Salahuddin dan Nurul Yaqin Sadaniah.
Menurut Kepala Sekretariat Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Imalatunil Khaira, keluarga besar Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan turut berduka cita atas wafatnya mantan Ketua Umum Ā Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 1999-2010 KH Hasyim Muzadi. Karena ia pernah mengunjungi Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan pada pertengahan Januari 2015 lalu.
āSaat mengunjungi Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, beliau pencerahan yang amat berkesan bagi kami. Selain itu, melihat sosok dan pemikiran beliau, pimpinan Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan menganugerahkan gelar kehormatan Tuanku Imam Nahdliyin. Pemberian gelar kehormatan ini merupakan yang pertama dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman,ā kata Imalatul Khaira menambahkan.
Kepala Madrasah Aliyah Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Asraful Anam Tuanku Bagindo Batuah menambahkan, alasan kita mengadakan kegiatan ini Ā juga melihat perjuangan dakwah yang dilakukan oleh KH Hasyim Muzadi. Dakwahnya berlandasan ahlussunnah waljamaah, yang sama dengan dengan perjuangan yang dilakukan oleh Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan. Beliau tokoh yang mumpuni dalam berdakwah baik berskala nasional maupun internasional. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)