Santri dan Kiai 'Ngontel' Keliling Sidoarjo
NU Online · Ahad, 23 Oktober 2016 | 01:13 WIB
Berbagai cara dilakukan masyarakat Indonesia untuk memperingati Hari Santri. Di Sidoarjo, santri dan kiai Pondok Pesantren Mambaul Hikam Putat Tanggulangin melakukan aksi 'ngontel' bareng sepeda kuno dengan membawa bendera merah putih berkeliling.
Dengan mengenakan seragam kemeja takwa, sarung berwarna putih serta songkok, santri dan kiai mengendarai sepeda onthel. Di setiap lokasi bersejarah, mereka berhenti menyempatkan diri untuk foto bareng dan memanjatkan doa untuk para pahlawan, ulama dan pejuang yang telah gugur dalam peperangan membela kemerdekaan Republik Indonesia.
Pimpinan santri 'ngontel' Nahwan Mas'udi mengemukakan, ngontel bareng yang diikuti santri, kiai dan alumni tersebut bertujuan untuk melestarikan pribadi santri yang sederhana dan tetap menjunjung tinggi nilai Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kita mencoba melestarikan pribadi yang sederhana, asli Indonesia," kata Nahwan Mas'udi.
Nahwan berharap, ke depan santri bisa ikut serta berperan aktif di tengah masyarakat dengan baik, dengan gaya yang elegan, tapi tetap khittah santri.
"Kami mengajak masyarakat, khususnya para pemuda untuk tidak malu belajar di pondok pesantren. Mengingat pengaruh negatif dan kenakalan remaja saat ini kian marak. Seperti peredaran dan penggunaan narkoba, miras, balap liar dan kegiatan negatif lainnya," ujarnya.
Hadir sebagai peserta ngontel sekaligus membuka acara tersebut, KH Wahid Harun jajaran syuriah PCNU Sidoarjo, Ketua RMI KH Ahmad Alawy, Ketua PC Lajnah Falakiyah KH Agus Arifuddin dan segenap jajaran pengasuh ponpes Mambaul Hikam yang kemudian rombongan 'ngontel' menuju alun-alun Sidoarjo guna mengikuti upacara Hari Santri. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
4
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
5
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
6
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
Terkini
Lihat Semua