Pamekasan, NU Online
Sumber Gayam (Surga), Kadur, Pamekasan selama ini memang dikenal sebagai pesantren yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Di samping menyantuni masyarakat yang kurang mampu, pembudayaan kepedulian sosial juga dilabuhkan dalam kehidupan para santri yang menempa ilmu di dalamnya. Salah satunya itu ditunjukkan tradisi ta’ziyah ke kediaman santri yang sedang ditimpa musibah kematian.
<>
Jumat (6/4) pagi, belasan pengurus dan santri Surga pergi ke desa Tampung, Larangan, Pamekasan. Mereka hendak menghibur salah satu santri yang sedang berkabung, salah satu orangtuanya meninggal dunia.
“Kami memang membudayakan hal ini. Setiap ada santri yang kena musibah, kami pasti selalu berusaha menghiburnya,” tutur alumnus Surga Baitiyah yang juga ikut ta’ziyah. “Ta’ziyah adalah salah satu cara untuk mewujudkan hal itu.”
Ta’ziyah merupakan salah satu tradisi NU di Madura. Ia bahasa lain bersilaturahmi ke rumah keluarga yang meninggal dunia dengan tujuan menghibur keluarga yang meninggal sembari mendoakan yang meninggal. Sekalipun berjarak jauh, orang Madura rela meluangkan waktu dan biaya demi membudayakan tradisi tersebut.
Dalam pantauan NU Online, santri Surga juga mempertimbangkan hemat BBM. Mereka rela berdesakan mengendarai pick up. Tidak mau bersenang-senang dengan mobil mewah yang konon menghabiskan banyak BBM.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Hairul Anam
Terpopuler
1
Dijual Setan Muktamar
2
LPJ PBNU 2021–2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Sampaikan Terima Kasih dan Minta Maaf
3
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
4
Khutbah Jumat: Ketika Manusia Merusak Alam, Saatnya Meneladani Rasulullah Saw
5
Khutbah Jumat: Peringatan Allah bagi Mereka yang Merusak Alam
6
Gus Yusuf Maju sebagai Caketum PBNU, Klaim Tak Langgar AD-ART NU
Terkini
Lihat Semua