Kudus, NU Online
Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kudus mengajak para sarjana meneladani gaya keilmuan sosok Rais Aam PBNU, mendiang KH Sahal Mahfud yang telah mengembangkan ilmu dan pengetahuan sesuai kondisi sosial masa kini.<>
“Para sarjana yang menguasai disiplin ilmu umum harus menguasai bidang keagamaan (tafaqquh fiddin). Sedang yang menguasai bidang agama harus memadukan dengan pengetahuan sosial kontemporer sebagaimana yang dilakukan Mbah Sahal,” kata Ketua PC ISNU Kudus Kisbiyanto dalam perbincangan dengan NU Online di Kantor PCNU setempat, Sabtu (8/2).
Kisbiyanto mengatakan secara kultural Mbah Sahal adalah seorang ulama tetapi diakui sebagai akademisi karena kompetensinya dalam bidang sosial keagamaan. Pengasuh pesantren Maslakul Huda Kajen Pati ini, menurutnya, menjadi salah satu bukti keunikan khasanah keilmuan di NU karena kemampuannya diperoleh tanpa melalui syarat-syarat formal.
“Buktinya, perguruan tinggi IAIN mengaku dan memberikan gelar doktor honoris causa atas kemampuan yang dimilikinya. Beliau juga menjadi rektor Unisnu Jepara dan sering sebagai keynote speaker di berbagai seminar nasional maupun internasional,” ujarnya memberikan testimoni.
Dosen STAIN Kudus ini menilai model gaya keilmuan seperti Mbah Sahal sangat berbeda para sarjana pada semua level. Seorang doktor yang belajar melalui jalur formal itu terkadang masih diragukan dan harus memberikan pembuktian atas gelar yang diperoleh tersebut.
“Tetapi tidak demikian yang ada pada diri Mbah Sahal atau ulama sepadannya. Semua orang tidak ada yang tidak mengakui keilmuwan dan keulamaannya,” papar Kisbi, sapaan akrabnya.
Para ulama, menurut dia, harus melakukan pengembangan kontemporerisasi dunia ilmu dan pengetahuan. Artinya, para ulama tidak hanya menyerap teks-teks Al-Qur’an, hadits, dan manuskrip kitab-kitab saja, tetapi harus mengembangkan keilmuanya dengan ilmu sosial masa kini.
“Hal inilah yang akan kita teladani sehingga sesuai dengan kondisi lokal,” pungkas Kisbi. (qomarul adib/mukafi niam)
Terpopuler
1
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
2
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
3
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
4
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
5
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
6
Gempa M7,8 Guncang Filipina: 35 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Bangunan Rusak
Terkini
Lihat Semua