Nasional

Musim Hujan Diperkirakan Mulai Datang pada November 2026

NU Online  ·  Jumat, 31 Juli 2026 | 12:00 WIB

Musim Hujan Diperkirakan Mulai Datang pada November 2026

Ilustrasi musim hujan. (Foto: Freepik)

Jakarta, NU Online

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan mulai meluas di berbagai wilayah Indonesia pada November 2026. Sementara itu, Agustus hingga September diperkirakan masih menjadi puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia.


Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan peningkatan curah hujan mulai diperkirakan terjadi pada Oktober dan semakin meluas pada November.


"Memasuki Oktober hingga November 2026, curah hujan kategori tinggi mulai diperkirakan muncul di beberapa wilayah," ujarnya dalam konferensi pers bertajuk Perkembangan Musim Kemarau 2026 di Indonesia di Jakarta, Kamis (30/7/2026).


Ardhasena menjelaskan, wilayah pesisir Riau, Sumatra Utara, dan Aceh memiliki karakteristik iklim yang berbeda dibandingkan sebagian besar wilayah Indonesia. Pada Oktober, wilayah di utara khatulistiwa mulai mengalami peningkatan curah hujan yang menjadi penanda awal datangnya musim hujan di bagian barat Indonesia.


"Oktober hingga November, kondisi ini kemudian meluas ke hampir seluruh wilayah Indonesia. Ini menjadi penanda awal masuknya musim hujan," katanya.


BMKG juga mengingatkan bahwa fenomena El Nino diperkirakan masih bertahan hingga awal 2027. Namun, Ardhasena menegaskan bahwa El Nino tidak selalu identik dengan musim kemarau.


"Kemarau tidak sama dengan El Nino. El Nino masih berlangsung hingga awal 2027, tetapi dampaknya di Indonesia diperkirakan mulai berakhir pada pertengahan Oktober dan berlanjut hingga memasuki November," tuturnya.


Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan terkini, nilai Indeks Niño 3.4 di Samudra Pasifik telah mencapai 1,56 atau melampaui ambang batas El Nino kuat sebesar 1,5.


Selain itu, suhu permukaan laut di Samudra Hindia menunjukkan nilai minus 0,387 yang mengindikasikan peluang munculnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif.


Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengimbau masyarakat tetap waspada selama masa transisi dari musim kemarau menuju musim hujan.


Ia juga meminta masyarakat mengikuti informasi cuaca dan iklim yang dipublikasikan melalui berbagai kanal resmi BMKG seiring dinamika atmosfer yang terus berkembang.


"BMKG akan terus melakukan pemantauan dan memperbarui informasi serta prediksi iklim secara berkala guna mendukung langkah adaptasi dan mitigasi yang lebih tepat," kata Faisal.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang