Terpilih Jadi Rais NU Kota Metro, Kiai Mahsun Ingatkan Tiga Unsur Pokok Organisasi
NU Online · Ahad, 23 Mei 2021 | 02:00 WIB
Muhammad Faizin
Kontributor
Metro, NU Online
Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Metro, Lampung KH Mahsun Jauhari mengingatkan bahwa setidaknya ada tiga unsur pokok dalam sebuah organisasi yang keberadaannya sangat berpengaruh terhadap kemajuan dan kemunduran organisasi itu sendiri. Tiga hal ini juga yang perlu diperkuat di jamiyyah Nahdlatul Ulama agar organisasi yang didirikan oleh para ulama ini dapat terus menunjukkan eksistensinya.
Yang pertama adalah sumber daya manusia (SDM) yang menjalankan roda organisasi, kedua adalah kerjasama antar SDM dalam organisasi, dan ketiga adalah cita-cita bersama yang harus dicapai semua elemen yang ada dalam organisasi.
“Ketiga unsur ini tidak bisa dipisahkan dan menjadi satu kesatuan yang utuh,” tegas Kiai Mahsun di Kantor PCNU Kota Metro, Sabtu (23/5) sesaat setelah terpilih dalam rapat pleno menjadi pengganti KH Zainal Abidin, Rais Syuriyah Kota Metro yang wafat pada 2 Januari 2021 lalu.
Dengan SDM yang memiliki kelebihan dan kekuatan masing-masing serta mampu dimaksimalkan perannya, ia optimis Nahdlatul Ulama di daerahnya akan dapat dikembangkan lebih baik lagi. Ia menegaskan Rais ataupun Ketua Tanfidziyah bukanlah segala-galanya dalam organisasi NU. Semua harus berperan maksimal sehingga bisa mengagungkan kalimatullah melalui Nahdlatul Ulama.
Hal senada juga diungkapkan H Rudi Hartono yang pada kesempatan tersebut juga terpilih menjadi pengganti Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Metro KH Ali Qamaruddin yang wafat pada 17 Februari 2021 lalu. Posisi ketua menurutnya bukanlah posisi yang terbaik. Yang paling penting adalah komitmen seluruh pengurus dalam wujud karya nyata.
“Mari bersama-sama berjuang meneruskan program-program yang sudah berjalan sekaligus melihat potensi-potensi strategis yang bisa dilakukan,” ungkapnya pada rapat pleno yang dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus mulai Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, Banom dan Lembaga NU tersebut.
Rapat pleno tersebut digelar dalam rangka melaksanakan amanat organisasi sesuai Anggaran Rumah Tangga (ART) NU Bab XV pasal 50 terkait dengan pengganti Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah yang berhalangan tetap. Berdasarkan hal ini maka PCNU Kota Metro memilih salah satu Rais dan Wakil yang ditetapkan melalui rapat pleno.
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Aryudi AR
Terpopuler
1
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
Usai Gus Kikin Terpilih, Ini Susunan Tim Formatur PBNU Masa Khidmah 2026-2031
3
Profil Gus Kikin yang Terpilih Jadi Ketum PBNU Hasil Muktamar Ke-35
4
Rais Aam Terpilih Setujui Lima Calon Ketua Umum PBNU, Musyawarah Penentuan Segera Dimulai
5
Ketum PBNU Terpilih Gus Kikin: Qanun Asasi Bakal Jadi Pedoman Perjalanan NU Abad Kedua
6
Gus Kikin Sampaikan Pidato Perdana Usai Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Terkini
Lihat Semua