Tradisi "Gerebeg Kupat" Warga Dawung, Magelang
NU Online · Kamis, 15 Agustus 2013 | 11:27 WIB
Magelang, NU Online
Warga Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Selasa menggelar "Gerebeg Kupat".<>
Anak-anak dan orang dewasa berkumpul di Lapangan Dawung untuk menyaksikan tradisi tahunan setelah Hari Raya Idul Fitri tersebut.
Warga mengawali gerebeg kupat atau ketupat dengan bersalam-salaman, saling memaafkan, lalu mengusung gunungan setinggi 2,5 meter yang terdiri atas sekitar 800 ketupat, sayur mayur, dan buah-buahan keliling dusun.
Kesenian topeng ireng dan tarian dayakan khas Magelang mengiringi kirab gunungan ketupat tersebut.
Usai kirab, gunungan diletakkan di tengah lapangan. Sekelompok anak perempuan lantas menarikan Tarian Prawita Lestari.
Musik gamelan menghentak setelah sesepuh dusun membacakan doa. Dan begitu mendengar aba-aba "Gerebeg Kupat Dimulai", ratusan warga langsung menyerbu gunungan tersebut.
Mereka berebut mendapatkan ketupat pada gunungan yang berisi uang dan macam-macam kupon.
Koordinator acara Gerebeg Kupat dan Lintas Budaya Kampung, Gepeng Nugroho, mengatakan, acara gerebeg kupat sarat dengan makna.
Ia menjelaskan, kata gerebeg mengandung arti kebersamaan dan berlomba-lomba, sedangkan kata kupat, dalam bahasa Jawa berarti ngaku lepat atau mengakui kesalahan.
"Jadi acara ini dimaksudkan untuk sama-sama mengakui kesalahan dan menghabiskannya dengan permintaan maaf," katanya.
Ketupat yang mendominasi gunungan, lanjut dia, merupakan simbol kesalahan yang harus dimaafkan secara bersama-sama.
"Uang atau kupon yang ada di dalam ketupat merupakan bentuk kegembiraan di bulan Syawal ini. Kami bersenang-senang, namun tetap membagi kegembiraan pada orang lain. Uang atau kupon ini juga dikumpulkan dari warga sebagai ungkapan syukur," katanya.
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber : Antara
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
3
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
4
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
5
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua