Jika kita mempelajari NU lebih dalam, kita akan menemukan dua wajah NU. Pertama, wajah jamiah, yaitu NU sebagai organisasi formal struktural yang mengikuti mekanisme organisasi modern, seperti memiliki pengurus, pengesahan pengurus, pemilihan pengurus, anggota, rapat-rapat resmi, keputusan-keputusan resmi, dan lain sebagainya.
Kiai muda Pengasuh Pesantren Sabilul Huda Desa Bukit Makmur itu menambahkan, anehnya, mereka yang disebut wajah jamaah tidak mudah diatur sebagai jamiyah.
Mereka yang berada di arus bawah, lanjut dia, sebenarnya justru pendukung massal bagi gagasan, sikap, langkah amaliah organisasi dan sebagainya, meskipun keberadaan mereka belum tentu terdaftar sebagai warga jamiah NU.
Khususnya di lingkungan Kecamatan Pinang Raya, kata Kiai Wahid, jamaah NU masih dikatakan kuat dalam membentengi corak Islam wasathiyah.
Terpopuler
1
Innalillahi, Prof KH Syukron Makmun Pengasuh Pesantren Daarul Rahman Jakarta Wafat
2
Gus Faiz Ceritakan Wasiat dan Keinginan KH Syukron Makmun sebelum Wafat
3
Kapolri Suyudi Sambangi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Pesantren Miftachussunnah dan Tebuireng
4
Berita Duka dari Yogyakarta, KH Muhammad Nasikh Ridwan Wafat pada Usia 65 Tahun
5
BMKG: Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Kering hingga 24 Oktober
6
PWNU Jakarta Jadwalkan Pembukaan Konferwil XXI di Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur
Terkini
Lihat Semua