Gus Dur punya satu kebiasaan unik, setiap dia datang ke Kota Solo, tak lupa untuk mampir ke warung makan Gudeg Ceker Ayam di daerah Margoyudan.<>
“Beliau belum kerso tidur dan istirahat kalau belum dahar ceker ayam Margoyudan dan ngunjuk wedang jahe-nya Mbah Wir yang biasanya dibawakan Mas Didik Gunawan, suaminya Bu Faridah Budi Astuti,” kata Ketua Gusdurian Solo, Hussein Syifa berkisah.
Pernah suatu ketika, dalam kunjungannya ke tempat tersebut, saat makanan sudah tersaji, Gus Dur mempersilakan yang lain untuk segera menikmati kuliner khas Solo itu.
“Monggo cekeripun didahar. Ceker ini bisa menurunkan kolesterol lho," kata Gus Dur.
"Mosok enggih Gus, ceker kok menurunkan kolesterol?" tanya Hussein.
"Maksudnya, menurunkan kolesterol dari perut ke kaki. Monggo, dirahapi (dinikmati) setelah itu diratapi,” jawab Gus Dur, sembari kemudian menggigit ceker kesukaannya itu. (Ajie Najmuddin)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
Terkini
Lihat Semua