Lelucon Gus Dur yang Bikin Clinton Ngakak
NU Online · Selasa, 7 Juli 2020 | 03:15 WIB
Patoni
Penulis
Pers seantero Amerika Serikat cukup disibukkan dengan pertemuan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan Presiden AS Bill Clinton, Januari 2000 silam.
Pertemuan Gus Dur dan Bill Clinton dijadwalkan selama 30 menit. Namun, karena keasyikan ngobrol, keduanya berbincang hingga 90 menit. Sampai akhirnya dihentikan oleh protokol kepresidenan AS.
Sehari kemudian, koran-koran di AS memuat foto Gus Dur bersama Bill Clinton. Tentu saja yang bikin masyarakat penasaran ialah karena Clinton terlihat ketawa terbahak-bahak sampai kepalanya mendongak.
Apa yang dikatakan Gus Dur sampai membuat Clinton terpingkal-pingkal begitu? Usut punya usut, Gus Dur bercerita tentang pendahulu Clinton, John F Kennedy.
Gus Dur bercerita kepada sahabatnya Jaya Suprana dalam sebuah talkshow, suatu hari Kennedy mengajak serombongan wartawan ke ruang kerja Presiden AS. Di salah satu dindingnya ada sebuah lubang kecil tempat Presiden Dwight Eisenhower menaruh peralatan golfnya.
"Ini lho, perpustakaannya Eisenhower," kata Kennedy mengejek pendahulunya itu. Clinton terpingkal mendengarkan cerita Gus Dur itu.
“Wah seneng dia (Clinton) saya dongengin seperti itu,” cerita Gus Dur.
Mendengara cerita Gus Dur, Clinton bertanya, “Di buku apa itu?” tanya Clinton ke Gus Dur.
"Saya baca di buku Ted Sorrensen," jawab Gus Dur.
Kemudian Jaya Suprana kembali menimpali, "Lho jadi Clinton sendiri tidak tahu cerita itu?" tanya Jaya Suprana.
"Ya mungkin nggak tahu, sebab dia nggak baca buku. Mana mungkin Presiden Amerika baca buku? Di Amerika, Presiden baca buku itu artinya dia nganggur.
“Nah, kalau di sini (Indonesia), Presiden harus baca buku karena memang nganggur," seloroh Gus Dur. (Ahmad F)
Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=ArQ5FSJ6xQo&feature=youtu.be
Terpopuler
1
Innalillahi, Penyusun Syair Asmaul Husna KH Amjad Al Hafidz Wafat
2
Eks Kapolri Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
3
Kemenhaj Buka Lowongan Maganghub bagi Lulusan S1, Pendaftaran hingga 4 November
4
Perjuangan dan Dedikasi Nyai Shinta Nuriyah: Dari Sahur Bersama hingga Kesetaraan Gender
5
Kukuhkan Majelis Masyayikh 2026-2031, Menag Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan Pesantren
6
Innalillahi, Ketua Pertama Lakpesdam NU Abdullah Syarwani Meninggal Dunia
Terkini
Lihat Semua