Arab Saudi Tidak Buka Masjid untuk Shalat Id
NU Online · Jumat, 22 Mei 2020 | 07:25 WIB
Arab Saudi tidak akan membuka masjid kembali untuk pelaksanaan Shalat Idul Fitri. Para muadzin di Saudi juga tidak akan mengumandangkan takbir Idul Fitri karena masjid di seluruh Kerajaan ditutup akibat pandemi virus corona (Covid-19).
"Kementerian (Urusan Islam) membantah berita yang beredar di surat kabar dan media sosial mengenai penugasan muadzin masjid untuk mengumandangkan takbir Idul Fitri. Berita itu tidak benar dan Kementerian tidak mengeluarkan apa pun dalam hal ini," demikian pernyataan Kementerian Urusan Islam Saudi di akun Twitter @Saudi_MoiaEN, Kamis (21/5).
Meski demikian, dilansir laman Alarabiya, Kamis (21/5), Grand Mufti Arab Saudi Abdulaziz al-Sheikh menuturkan bahwa umat Islam diperbolehkan melaksanakan Shalat Id di rumah masing-masing.
Terkait dengan pertemuan sosial selama Idul Fitri, otoritas terkait mendesak agar orang-orang mematuhi jarak sosial (social distancing) untuk mencegah penyebaran virus corona. Menurut Kementerian Dalam Negeri Saudi, pertemuan lebih dari lima orang atau pertemuan dengan lebih dari satu keluarga yang tidak tinggal di rumah yang sama dilarang. Mereka yang melanggar akan didenda atau dihukum.
Pada pekan lalu, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan bahwa penguncian (lockdown) dan aturan jam malam 24 jam akan diberlakukan di seluruh wilayah Kerajaan pada saat liburan Hari Raya Idul Fitri.
Aturan yang diberlakukan untuk menghentikan penyebaran pandemi Covid-19 itu telah membuat suasana Idul Fitri tahun ini di Saudi berbeda. Tidak ada lagi Shalat Idul Fitri di masjid dan tidak ada lagi kumpul-kumpul selama Idul Fitri, sesuatu yang selama ini menjadi tradisi selama Idul Fitri.
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Siapkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031
2
Gus Kikin Kunjungi Pojok Gus Dur pada Momen Perdana Ngantor di PBNU
3
Anggota Banser Wafat Selepas Tugas di Muktamar, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan
4
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
5
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
6
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
Terkini
Lihat Semua