Politisi Muslimah Ilhan Omar Raup Suara Terbanyak di Pemilihan Pendahuluan Minnesota AS
NU Online · Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:00 WIB
Husnul Khotimah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Politisi Muslimah Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Ilhan Omar, meraup suara terbanyak dalam pemilihan pendahuluan (primary election) untuk Distrik Kongres ke-5 Minnesota, pada Selasa (11/8/2026) waktu setempat.Â
Melansir CBS News, Rabu (12/8/2026), Omar meraih lebih dari 80 persen suara di Distrik Kongres ke-5. Omar unggul jauh dari empat lawannya di internal Partai Demokrat-Farmer-Labor (DFL), yakni Julie T. Le, Abena McKenzie, Latonya Reeves, dan Nate Schluter. Distrik ke-5 yang berpusat di Minneapolis tersebut dikenal sebagai daerah pemilihan paling condong ke Demokrat, baik di Minnesota maupun secara nasional.Â
Berdasarkan hasil sementara dengan lebih dari 95 persen suara terhitung, Omar meraih 122.640 suara atau sekitar 80,7 persen, jauh meninggalkan pesaing terdekatnya, Julie Trang Le, yang hanya memperoleh 10.201 suara. Hasil tersebut membuka peluang besar baginya untuk kembali menang telak di pemilihan umum pada November mendatang.
Omar telah menjabat sejak 2018 di Distrik Kongres ke-5 Minnesota dan konsisten meraih kemenangan pada setiap pemilu yang diikutinya, termasuk kemenangan pemilu umum terakhirnya dengan selisih 50 poin persentase, serta unggul 13 poin pada pemilihan pendahuluan tahun 2024. Kemenangan Omar pada pemilihan pendahuluan tahun 2026, merupakan performa terkuatnya sepanjang karier, sekaligus untuk pertama kalinya ia tidak menghadapi lawan yang besar.
Salah satu prioritas utama Omar dalam masa jabatannya mendatang adalah melawan kebijakan keras pemerintahan Presiden Donald Trump terkait imigrasi. Di sisi kubu Republik, John Nagel diproyeksikan memenangkan primary dengan perolehan 52,1 persen suara untuk memperebutkan kursi yang sama.
Somali Magazine turut melaporkan bahwa kemenangan telak Omar mencerminkan dukungan politik yang kuat dan berkelanjutan dari pemilih perkotaan di Minneapolis dan kawasan Twin Cities.
Panitia kampanye Omar menyebut kemenangan besar Omar sebagai buah dari mobilisasi akar rumput yang kuat, keterlibatan konsisten dengan konstituen, serta dukungan solid dari serikat pekerja lokal dan organisasi advokasi progresif di Hennepin County. Sepanjang kampanye, isu yang menjadi sorotan meliputi investasi ekonomi lokal, akses layanan kesehatan federal, perlindungan hak sipil, hingga reformasi kebijakan imigrasi.
Omar dikenal sebagai salah satu anggota Kongres yang paling vokal mengkritik American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), kelompok lobi pro-Israel yang berpengaruh di Amerika Serikat. Ia juga berulang kali menantang dukungan militer AS terhadap Israel serta perang di Gaza, sebagaimana dikutip NU Online dari akun Instagram Muslim News, Rabu (12/8/2026).
Kemenangan Omar tersebut terjadi di tengah meningkatnya sorotan terhadap pengaruh AIPAC dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat, menyusul sejumlah persaingan berprofil tinggi di berbagai distrik lain, di mana kelompok tersebut beserta sekutunya dilaporkan menggelontorkan dana hingga jutaan dolar untuk melawan kandidat-kandidat progresif yang kritis terhadap Israel.
Dalam sebuah wawancara eksklusif yang diunggah melalui akun Instagram resminya, Omar menjelaskan bahwa landasan utama dari seluruh kerja politiknya selama ini adalah kecintaannya terhadap negara dan rakyat Amerika Serikat, yang menurutnya harus diwujudkan lewat tindakan nyata, bukan sekadar retorika.
"Bagi saya, ini selalu tentang mendukung bangsa ini. Ini selalu tentang mendukung rakyatnya. Ini tentang melihatnya sebagai sebuah kata kerja, sesuatu yang harus bisa diwujudkan dalam tindakan," ujarnya dikutip NU Online dari Instagram Rep. Ilhan Omar, Rabu (12/8/2026).
Ia menambahkan bahwa rasa cinta terhadap negara semestinya mendorong setiap orang untuk memperjuangkan martabat dan kemanusiaan bagi semua pihak.
"Jika Anda mencintai negara Anda, jika Anda mencintai rakyatnya, maka hal itu seharusnya mendorong Anda untuk memiliki rasa cinta yang radikal, untuk mencoba dan memastikan setiap orang memiliki martabat, dan kemanusiaan mereka ditingkatkan," katanya.
Omar juga menceritakan perjalanannya sejak masih muda, ketika ia aktif mengajak warga untuk terlibat secara kewarganegaraan, termasuk mendaftarkan pemilih dan mendorong partainya agar lebih terbuka bagi kelompok yang selama ini sulit mengakses sistem politik.
"Ketika saya masih lebih muda, saya terlibat dalam mengajak orang-orang untuk aktif secara kewarganegaraan, mendaftarkan orang-orang untuk memilih, mengubah cara partai kami berinteraksi dengan orang-orang yang tidak dapat mengakses sistem secara penuh," ungkapnya.
Pengalamannya sebagai pendidik gizi turut membentuk cara pandangnya terhadap kebijakan publik. Ia mengaku kerap mendapati murid-muridnya menghadapi persoalan yang jauh dari materi ajar yang ia sampaikan, mulai dari kesulitan mengurus SIM hingga mencari hunian yang terjangkau.
"Saya berada di dalam ruangan bersama orang-orang yang berkata, 'Saya sedang berusaha mendapatkan SIM,' 'Saya tidak bisa menemukan apartemen yang sanggup saya bayar,' 'Saya sedang mencoba mengajukan kewarganegaraan dan tidak memiliki sumber daya untuk melakukannya,'" kenangnya.
Dari situ, Omar menyadari bahwa hampir setiap keluhan warga sehari-hari, sekecil apa pun, pada akhirnya selalu bermuara pada kebijakan yang dibuat oleh para pengambil keputusan.
"Selalu ada, entah itu orang yang mengeluhkan jalan berlubang atau sampah yang tidak diangkut tepat waktu, selalu ada hubungannya dengan kebijakan. Dan hubungan kebijakan itu melibatkan manusia yang membuat keputusan-keputusan tersebut atas nama kita," jelasnya.
Kesadaran itulah yang kemudian mendorongnya menginisiasi program "Mengenal Perwakilan Anda", guna membantu masyarakat memahami struktur perwakilan politik, mulai dari anggota Dewan Sekolah, komisaris wilayah, perwakilan tingkat negara bagian, hingga anggota Kongres di tingkat federal.
"Anda tahu, saya sering mendengar orang berkata: Saya tidak berpolitik. Ya, tapi politiklah yang memengaruhi kehidupan Anda. Jika Anda tidak terlibat, maka akan sulit untuk melihat perubahan yang ingin Anda lihat," pungkasnya.
Mengutip dari Britannica, Rabu (12/8/2026). Ilhan Omar lahir pada 4 Oktober 1982 di Mogadishu, Somalia, sebagai anak bungsu dari tujuh bersaudara. Ia mulai mewakili Distrik Kongres ke-5 Minnesota, yang meliputi Minneapolis dan sekitarnya, sejak dilantik pada 2019. Pelantikannya kala itu menjadikannya pengungsi Afrika pertama yang duduk di Kongres AS, sekaligus salah satu dari dua perempuan Muslim Amerika pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres.
Terpopuler
1
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
2
Masyarakat Adat Kalimantan Timur Ungkap Penolakan Proyek Karbon Bank Dunia
3
Khutbah Jumat: Makna Kemerdekaan yang Hakiki dalam Islam
4
Alma Esbeye Siap Tampil Meriahkan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas
5
Innalillah, Sesepuh Buntet Pesantren KH Hasanuddin Kriyani Wafat
6
Gus Yahya Lepas Jenazah KH Hasanuddin Kriyani di RSPAD, Kenang sebagai Panutan Umat
Terkini
Lihat Semua