Buka Puasa Bersama Pertama di Universitas Zaitunah Tunisia
NU Online · Ahad, 19 Mei 2019 | 15:30 WIB
Jakarta, NU Online
Baru kali ini Arina Falabiba menikmati buka puasa bersama di tempatnya menimba ilmu selama empat tahun, Universitas Zaitunah, Tunisia pada Sabtu (18/5). Pasalnya, biasanya saat Ramadhan tiba, kuliah sedang dalam masa libur.
"Baru tahun ini karena ‘kan biasanya bulan puasa sudah libur," kata mahasiswi yang akrab disapa Fela itu kepada NU Online pada Ahad (19/5)
Buka puasa perdana di kampusnya bagi dara Cirebon, Jawa Barat itu nano-nano rasanya. Bukan soal rasa hidangan yang disajikan kampusnya yang sudah biasa ia nikmati jika berbuka di kediaman rekannya yang warga Tunisia.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kegiatan penutup atas rangkaian studinya selama ini. Ya, ia akan mengakhiri studi sarjananya dan tinggal menunggu pengumuman tiba di akhir bulan nanti.
"Selain karena emang pas momen Ramadhan, kebetulan juga hari ini pas banget, selesai ujian akhir tahun, semacam perpisahan gitu. Dan juga kan akhir tahun terus thalabah wafidin (mahasiswa asing) 'kan nanti pada pulang ke negaranya masing-masing, jadi diadain bukber (buka bersama) untuk menjalin kebersamaan," imbuhnya.
Seluruh sivitas akademika Universitas Zaitunah turut bergabung, tak terkecuali para pengajar, staf administrasi, dan lain-lain. Semua menyatu berbagi nikmat tanpa ada sekat hatta rektor dalam buka bersama tersebut.
"Seneng bisa kumpul sama dosen tanpa jarak," ucapnya.
Adapun makanan yang disajikan tentu saja khas Tunis, seperti kurma, syamiyah, syurbah kuskusi, tajin, dan salatah (salad). Tak ketinggalan pula roti. (Syakir NF/Aryudi AR)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Adha 1447 H: Kurban dan Indahnya Berbagi untuk Sesama
2
Qadha Puasa Ramadhan di Hari Tarwiyah dan Arafah, Tetap Dapat Pahala Puasa Sunnah?
3
Lafal Niat Puasa Tarwiyah Malam Ini dan Keutamaan Melaksanakannya
4
Sumatra Blackout: Dari Aceh hingga Lampung, Aktivitas Warga Lumpuh
5
NU Care LAZISNU Perkuat Program Ekonomi UMKM di Pringsewu Lampung
6
Alih Fungsi Lahan hingga Konflik Agraria Membayangi 10 Tahun Perjanjian Paris di Pulau Jawa
Terkini
Lihat Semua