Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
NU Online · Senin, 17 Agustus 2026 | 13:00 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Hingga Ahad (16/8/2026) pukul 21.00 WIB, sebanyak 54 orang meninggal dunia, 199 orang luka-luka, dan 9.963 jiwa mengungsi.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan pendataan korban dan kerusakan masih dilakukan petugas gabungan. Gempa berdampak pada sembilan kabupaten dan satu kota.
“Gempa tersebut berdampak pada sembilan kabupaten dan satu kota,” ujarnya di Jakarta, Ahad (16/8/2026).
Di NTT, wilayah terdampak meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, Nagekeo, dan Ende. Dampak juga dirasakan di Kabupaten Bima dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Berton menjabarkan berdasarkan data sementara, korban meninggal dunia tersebar di Kabupaten Manggarai 26 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Manggarai Barat satu orang, Nagekeo satu orang, dan Ende dua orang.
“Petugas gabungan juga mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka. Total korban luka-luka mencapai 199 jiwa. Saat ini, korban luka sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun faskes darurat,” tuturnya.
Ia mengatakan bahwa kerusakan bangunan juga cukup besar. Data sementara mencatat 2.403 rumah rusak, terdiri atas 1.543 rusak berat, 328 rusak sedang, dan 532 rusak ringan.
“Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan 110 unit, tempat ibadah 65 unit, fasilitas kesehatan 211 unit (21 RS dan 190 Puskesmas), unit kantor 105 unit, gudang bulog satu unit, fasilitas irigasi 18 unit, fasilitas umum 42 unit, dan titik jalan 34 unit,” ujarnya.
Di tengah proses pendataan, jumlah warga yang mengungsi mencapai 9.963 jiwa atau 1.528 kepala keluarga. “Pendataan warga yang mengungsi masih terus dilakukan oleh tim gabungan,” kata Berton.
BNPB mencatat sebanyak 995 gempa susulan, dengan 46 di antaranya dirasakan masyarakat. Pemerintah daerah telah menetapkan status kedaruratan di sejumlah wilayah. Pemprov NTT menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, 15 hingga 28 Agustus 2026.
Status serupa juga ditetapkan di Manggarai Barat, Ende, dan Sikka. Nagekeo menetapkan Pernyataan Bencana. Manggarai menetapkan tanggap darurat selama 90 hari hingga 13 November 2026, Manggarai Timur menetapkan siaga darurat selama 21 hari hingga 4 September 2026, sedangkan Ngada menetapkan tanggap darurat selama 30 hari hingga 15 September 2026.
Sebelumnya diberitakan gempa bumi terjadi Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB berpusat di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
Sebagai respons kepedulian atas musibah tersebut, Tim NU Peduli Nusa Tenggara Timur (NTT) mendirikan posko tanggap bencana di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo. Posko tersebut disiapkan sebagai pusat koordinasi informasi sekaligus langkah awal untuk merespons kebutuhan warga terdampak gempa di Pulau Flores.
Ketua NU Peduli NTT, Ajhar Jowe mengatakan sejumlah wilayah masih terisolasi akibat gempa, bahkan terdapat kawasan yang mengalami longsor. Baca Juga PBNU Bentuk Tim Khusus Penanganan Bencana Gempa Bumi NTB
“Wilayah-wilayah yang terisolir akibat gempa ada di wilayah utara, di wilayah utara Pulau Flores mulai dari Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Manggarai,” ujar Ajhar saat dihubungi NU Online, Sabtu (15/8/2026).
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jihad Generasi Muda dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia
2
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
3
Khutbah Jumat: Jangan Nodai Kemerdekaan dengan Kemaksiatan
4
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
5
RAPBN 2027 Tembus Rp4.097,2 Triliun, DPR: Harus Berdampak dan Menjawab Harapan Rakyat
6
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
Terkini
Lihat Semua