Dokter Pria di Saudi Dilarang Otopsi Jenazah Perempuan
NU Online · Senin, 2 Desember 2013 | 01:02 WIB
Jakarta, NU Online
Otoritas keagamaan tertinggi di Arab Saudi mendesak Kementerian Kesehatan di negara tersebut memastikan bahwa dokter-dokter pria tidak diperbolehkan mengotopsi jenazah perempuan.<>
Surat kabar Saudi, Okaz, pada hari Ahad (01/12) dan dikutip BBC memberitakan para pejabat sudah mengeluarkan perintah bahwa hanya dokter perempuan yang diizinkan memeriksa jenazah perempuan.
Pejabat di Kementerian Kesehatan, Abdulaziz bin Mohammed Al-Humaidhi, mengatakan surat edaran sudah dikirim ke berbagai kawasan di Saudi untuk memastikan keputusan tersebut diiindahkan oleh para dokter.
Otopsi kadang dilakukan untuk mengetahui sebab-sebab kematian atau atas perintah lembaga penegak hukum.
Keputusan melarang dokter pria mengotopsi jenazah perempuan diambil untuk menindaklanjuti petisi dari ulama besar Sheikh Abdul-Aziz al-Sheikh.
Ia dilaporkan mengatakan bahwa tubuh perempuan tidak boleh disentuh oleh pria lain yang bukan mukhrim, baik dalam keadaan hidup maupun meninggal. (mukafi niam)
Terpopuler
1
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
2
Data Terbaru Gempa NTT: 78 Meninggal Dunia, 907 Luka-Luka, 92 Ribu Warga Mengungsi, 4.256 Gempa Susulan
3
Karhutla Ancam Kalimantan, Pantauan Satelit BNPB Temukan 1.487 Titik Panas
4
Khidmah NU di Akar Rumput: Ketangguhan Keluarga menuju Indonesia Emas
5
PBNU Perluas Kolaborasi untuk Transformasi Pesantren
6
Hukum Karnaval Menutup Jalan Umum dalam Islam, Bolehkah?
Terkini
Lihat Semua