Irak Sayangkan Iran Tak Dilibatkan Atasi Ancaman ISIS
NU Online · Selasa, 16 September 2014 | 19:33 WIB
Jakarta, NU Online
Menteri Luar Negeri Irak Ibrahim al-Jaafari menyayangkan ketiadaan Iran dalam konferensi internasional yang digelar untuk menangani ancaman kelompok milisi Daulah Islamiyah atau ISIS.
<>
“Kami yakin bahwa semua negara di dunia khawatir dengan bahaya terorisme,” ujarnya seraya menambahkan keputusan untuk tidak menyertakan Iran disayangkan. Demikian dilansir oleh BBC Indonesia (16/9).
Al-Jaafari kemudian menyatakan dia tidak mengharapkan pasukan asing terlibat dalam pertempuran di Irak atau Suriah.
Sedikitnya 30 negara berpartisipasi dalam Klik konferensi internasional di Paris, Prancis, pada Senin (15/09), mengenai cara-cara penanganan ISIS.
Sejumlah figur, seperti Presiden Irak Fuad Masum dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, terlihat hadir pada konferensi tersebut. Namun, delegasi Iran dan Suriah tidak tampak.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mengatakan AS tidak meminta Iran untuk bekerja sama memerangi ISIS. AS, tambah Kerry, juga tidak akan meminta bantuan Suriah.
Meski demikian, pernyataan itu dimentahkan secara tidak langsung oleh Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Pada Senin (15/09), Khamenei mengaku AS meminta Iran bekerja sama melalui Duta Besar AS untuk Irak.
“Saya mengatakan tidak karena tangan mereka kotor,” kata Khamenei. AS, sambungnya, sedang mencari pembenaran di Irak dan Suriah seperti yang dilakukan di Pakistan, yaitu mengebom di mana-mana tanpa otorisasi.
Sokongan
Sementara itu, AS menyatakan telah melancarkan serangan udara di bagian barat daya Baghdad pada Senin (15/09) untuk menyokong pasukan Irak yang sedang diserang milisi ISIS.
Sejumlah pejabat AS mengatakan serangan itu mencerminkan keputusan yang diambil Presiden Barack Obama untuk menyerang posisi milisi ISIS di manapun mereka berada.
Serangan udara AS ke Irak sebelumnya dilancarkan untuk melindungi kepentingan AS, membantu pengungsi Irak dan mengamankan infrastruktur. (mukafi niam)
Terpopuler
1
Prof Ainun Na'im, Guru Besar Akuntansi yang Jadi Bendahara Umum PBNU
2
Innalillahi, Mustasyar PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat
3
Jejak Karier Mohammad Nuh: Dari Menteri hingga Katib Aam PBNU 2026-2031
4
Hukum Menyalakan Kembang Api di Malam Hari
5
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
6
KH Abdul Hakim Mahfudz: Memimpin Tebuireng, PWNU Jatim, hingga PBNU
Terkini
Lihat Semua