Jamaah Haji Terpaksa Tinggalkan Barang Bawaan Berlebih di Bandara Jeddah
NU Online · Kamis, 12 Juni 2025 | 21:06 WIB
Jeddah, NU Online
Ratusan jamaah haji Indonesia terpaksa meninggalkan sebagian barang bawaan mereka di paviliun Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Penumpukan barang ini terjadi akibat kebijakan ketat maskapai Saudi Airlines terkait bagasi yang diizinkan.
Maskapai hanya memperbolehkan setiap jamaah membawa satu tas koper kabin, satu tas tentengan, dan satu tas paspor. Aturan ini menyebabkan banyak jamaah kelabakan, mengingat mereka membawa berbagai barang tambahan seperti oleh-oleh air Zamzam, sabun, buah-buahan, sandal, hingga pakaian kotor dalam tas tentengan dan ransel.
Situasi ini memaksa jamaah untuk melakukan pengemasan ulang di area bandara dan membuang barang-barang yang tidak diizinkan. Dari tujuh kloter pertama pemulangan jamaah haji ke Indonesia, banyak yang mengalami kendala serupa.
Petugas dari Saudi Airlines (SV) secara langsung turun tangan memberikan imbauan kepada jamaah mengenai barang-barang yang boleh dan tidak boleh dibawa. Manager Operasional SV, Sumarno, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran proses pemeriksaan di imigrasi dan bea cukai.
"Kami mengimbau jamaah untuk tertib demi keselamatan penerbangan. Air Zamzam juga dilarang dalam bentuk apa pun. Jamaah nanti di Tanah Air akan mendapatkan masing-masing satu galon berisi lima liter Zamzam," tegas Sumarno.
Selain itu, ia juga mengingatkan jamaah untuk tidak membawa barang berbahaya ke kabin, seperti kabel panjang, power bank berukuran besar, senjata tajam, dan korek api, sesuai dengan aturan penerbangan.
Salah satu jamaah, Jani Jaan (84) asal Bekasi, turut merasakan repotnya membongkar ulang bawaan. Dengan bantuan petugas, ia masih kedapatan membawa sabun, sampo, dan pakaian kotor.
"Buang saja, saya tidak tahu itu anak-anak yang masukin," ujarnya pasrah.
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
Terkini
Lihat Semua