Jepang Bershalawat Meriahkan Hari Santri 2020
NU Online · Jumat, 16 Oktober 2020 | 05:15 WIB
Tokyo, NU Online
Ketua PCINU Jepang, Miftakhul Huda mengatakan dalam Gebyar Hari Santri kali ini, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang, akan menggelar beberapa agenda. Selain perlombaan juga akan diadakan 'Jepang Bershalawat'.
Huda menuturkan, agenda Jepang Bershalawat sudah menjadi tradisi rutin, diselenggarakan selama beberapa tahun terakhir.
"PCINU Jepang dalam rangka memperingati HSN, akan melaksanakan beberapa kegiatan, seperti lomba-lomba dan Jepang Bershalawat," ungkap Huda, Kamis (15/10).
Huda menyampaikan bahwa kegiatan Jepang bershalawat ini, sudah kita langsungkan bertahun-tahun. Dan, untuk kali ini, bertepatan dengan Hari Santri Nasional dan Maulid Nabi SAW.
Lomba-lomba yang diselenggarakan, di antaranya Lomba Adzan, Kaligrafi, MTQ, shalawat dan DoodleArt Santri Sakura.
"Insyaallah mohon doanya, semoga lancar. Kami juga mengundang Kiai Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur. Kita akan mengundang beliau secara online, di hadapan para jamaah, yang akan berkumpul dari berbagai wilayah di Jepang," ujarnya.
Selain itu, para pengurus MWC Istimewa di seluruh Jepang juga akan berpartisipasi, tentu dengan menjaga protokol kesehatan.
Peneliti di Tokyo Institue of Technology itu menambahkan adapun kegiatan Jepang Bershalawat dan pengajian KH Marzuki Mustamar, akan diselenggarakan pada Ahad, 22 November 2020. Kiai Marzuki akan memberi tausyiah, yang didengarkan langsung secara online para kader nahdliyyin di Jepang.
Dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan Hari Santri, PCINU Jepang menggandeng GP Ansor Jepang, MWCI NU, dan juga bekerjasama dengan KBRI Tokyo serta beberapa jaringan media.
Kontributor: Aziz
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua