Internasional

Abdul El-Sayed, Muslim Pertama Menangkan Pemilihan Pendahuluan Senat AS di Michigan

NU Online  ·  Kamis, 6 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Abdul El-Sayed, Muslim Pertama Menangkan Pemilihan Pendahuluan Senat AS di Michigan

Abdel El-Sayed. (Foto: Muslim News)

Jakarta, NU Online

 

Politisi Muslim Abdul El-Sayed mencetak sejarah baru sebagai Muslim pertama yang memenangkan Pemilihan Pendahuluan (Primary Election) Senat AS dari Partai Demokrat di Michigan, Rabu (5/8/2026) waktu setempat. 

 

Berdasarkan data survei The New York Times, Dokter sekaligus pakar kesehatan masyarakat berusia 41 tahun tersebut unggul signifikan atas pesaing utamanya, Haley Stevens. Keunggulan politisi progresif tersebut menembus selisih dua digit di sebagian besar lembaga riset usai mundurnya kandidat lain, Mallory McMorrow. 

 

Berdasarkan hasil jajak pendapat terbaru, El-Sayed memimpin hingga 19 poin persentase versi Zenith Research (53 persen berbanding 34 persen), 17 poin versi SoCal Strategies (56 persen berbanding 39 persen), 16 poin versi Emerson College (57 persen berbanding 41 persen) serta Tulchin Research (56 persen berbanding 40 persen), dan 10 poin versi Tavern Research (46 persen berbanding 36 persen). 

 

Tren pertumbuhan elektabilitas El-Sayed ini juga terlihat dari lonjakan selisih dukungan pada survei Tavern yang naik dari sebelumnya +3 menjadi +10, serta survei Mitchell yang melonjak dari +9 menjadi +14 poin persentase.

 

Bridge Detroit melaporkan bahwa keberhasilan El-Sayed tersebut dinilai sebagai peristiwa fenomenal. Ia harus menumbangkan perlawanan dana kampanye bernilai puluhan juta dolar. Dilaporkan bahwa dana melimpah tersebut disalurkan oleh kelompok-kelompok donor luar dan organisasi pro-Israel, seperti American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), yang menyokong rivalnya.

 

Abdul El-Sayed menyoroti maraknya ancaman terhadap hak pilih warga yang ia nilai sebagai bentuk serangan langsung terhadap fondasi demokrasi. Menurutnya, gelontoran dana politik hingga puluhan juta dolar dari kelompok kepentingan khusus bertujuan untuk meredam suara rakyat agar tidak memilih pemimpin yang independen dari pengaruh korporasi.

 

"Satu-satunya alasan mereka mencoba merebut suara Anda adalah karena mereka takut pada apa yang bisa Anda lakukan dengan suara tersebut. Ketika mereka datang dan menggelontorkan 70 juta dolar, itu bukan hanya karena mereka benci ide hilangnya uang dari politik, melainkan karena mereka benci ide demokrasi itu sendiri," ujarnya dalam sebuah orasi, dikutip NU Online dari unggahan akun Instagram pribadinya, Rabu (5/8/2026)

 

Ia menyerukan agar masyarakat Michigan merespons tekanan tersebut dengan membangkitkan partisipasi politik serta memperjuangkan agenda-agenda sosial yang pro-rakyat. Menurutnya, kekuatan utama untuk melawan dominasi kelompok kepentingan terletak pada solidaritas dan keberanian warga untuk datang ke TPS.

 

"Cara kita melawan adalah dengan mengangkat suara kita dan menjadi bagian dari sistem tersebut. Kita harus menghilangkan pengaruh uang dari politik, memasukkan uang ke dalam kantong rakyat, dan mengesahkan Medicare for All," tegasnya di hadapan para pendukungnya.

 

Melansir Muslim News, bakal calon Senat Amerika Serikat tersebut mengusung jargon politik "Get money out of politics, put money in pockets, pass Medicare for All". Dalam kampanyenya, ia menegaskan komitmennya untuk mengalihkan pemanfaatan uang pajak rakyat AS agar lebih berfokus pada pembangunan dalam negeri ketimbang mendanai konflik di luar negeri. 

 

Ia berpendapat bahwa anggaran negara seharusnya diprioritaskan untuk sektor-sektor vital yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, seperti pendidikan, infrastruktur, dan layanan kesehatan.

 

"Kami ingin mempertahankan uang pajak kita di sini untuk berinvestasi pada sekolah, infrastruktur, dan layanan kesehatan, alih-alih mengirimkannya ke luar negeri untuk menjatuhkan bom, melakukan genosida, apartheid, dan berperang di sana," tegasnya dikutip NU Online dari Muslim News, Rabu (5/8/2026).

 

Mengutip laporan CBS News, kemenangan El-Sayed menegaskan menguatnya gelombang dorongan perubahan di internal Partai Demokrat. Hasil tersebut membuktikan bahwa gagasan progresif dan keberanian menyuarakan isu kemanusiaan memiliki basis dukungan yang sangat kuat di tingkat akar rumput.

 

"Pilihan ini bukan sekadar tentang perolehan suara, melainkan tentang membangun gerakan politik yang benar-benar berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan korporasi atau kelompok penyokong dana besar," ujarnya.

 

Kemenangan dalam pemilu pendahuluan tersebut mengantarkan Abdul El-Sayed secara resmi melenggang ke Pemilihan Umum (General Election) AS yang dijadwalkan pada November 2026 mendatang. 

 

Melansir The New York Times, Abdul El-Sayed (41) merupakan putra imigran asal Mesir yang lahir di Ann Arbor, Michigan, dan tumbuh besar dengan bahasa Arab sebagai bahasa utamanya. Ia mengaku pernah mengalami perundungan anti-Arab pasca-tragedi 11 September, yang kemudian membentuk pandangannya terhadap potensi sekaligus ketimpangan sosial di Amerika Serikat. Ia pernah memiliki pengalaman sebagai pejabat kesehatan masyarakat, podcaster, serta pernah menjadi komentator di CNN.

 

Langkah politik El-Sayed dimulai saat ia maju dalam pemilihan gubernur Michigan pada 2018. Meski dikalahkan oleh Gretchen Whitmer, ia konsisten membawa agenda politik progresif dan anti-kemapanan.

 

Tokoh sayap kiri AS tersebut mengusung sejumlah kebijakan utama, seperti layanan kesehatan universal (Medicare for All), pembubaran Badan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE), penghentian bantuan AS ke Israel, hingga penghentian pengaruh politik uang yang digaungkan oleh kelompok pemungut suara seperti AIPAC.

 

El-Sayed menuai kritik dari beberapa politisi Demokrat dan organisasi Yahudi karena berkampanye bersama Hasan Piker, seorang streamer populer dan kritikus keras Israel yang dituduh melakukan antisemitisme (tuduhan yang dibantah Piker). Menanggapi kecaman tersebut, El-Sayed membela langkahnya dengan alasan Piker mampu menjangkau audiens muda yang selama ini diabaikan oleh Partai Demokrat.

 

Dikenal dengan kemampuan retorikanya yang kuat, El-Sayed berhasil menggalang dukungan besar dari jajaran tokoh progresif papan atas Amerika Serikat, termasuk Senator Bernie Sanders dan Perwakilan Alexandria Ocasio-Cortez. Jika berhasil mengamankan kemenangan pada Pemilu November 2026 mendatang, ia akan mencatatkan sejarah baru sebagai senator Muslim pertama dalam sejarah Amerika Serikat.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang