Konsultan Ibadah Haji Indonesia: Jangan Jadi Haji Tomat
NU Online · Senin, 5 Agustus 2019 | 03:15 WIB
Konsultan Ibadah Haji Indonesia sektor 1 Makkah, Habib Salim al-Jufri mengajak para jemaah haji Indonesia untuk tidak menjadi haji yang ia sebut sebagai Haji Tomat yakni Habis Tobat Kumat. Haji tipe ini merupakan hajinya orang-orang yang saat berhaji melakukan pertaubatan, namun setelah kembali ke tanah air kembali melakukan kebiasaan negatifnya.
Ia mengimbau kepada jemaah haji untuk fokus beribadah dan benar-benar berusaha memperbaiki diri, meninggalkan dosa dan meraih keutamaan haji. Caranya menurutnya adalah dengan ikhtiar meraih fadhilah rukun Islam kelima tersebut.
Saat berhaji pun ia mengingatkan jemaah untuk memprioritaskan hal-hal yang wajib dalam haji. Ia mengibaratkan haji seperti aktivitas mencari ikan. Jangan sampai para jemaah sibuk mencari ikan-ikan yang kecil sehingga ikan yang besar lepas begitu saja.
Setelah kembali ke tanah air, lanjutnya, para jemaah haji juga harus belajar dari luas dan mudahnya Islam. Hal ini bisa terlihat dari kaifiyah (tata cara) jemaah berbagai penjuru dunia dalam melaksanakan praktik ibadah selama haji.
"Jangan merasa paling benar. Mudah mengatakan yang lain salah. Sedikit-dikit haram, bid'ah dan sebagainya. Silahkan praktikkan dengan pendapat masing-masing, jangan mencela yang lain karena semua memiliki dasar," tegasnya.
Sementara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Makkah Sektor 1 H Afrizal menambahkan agar para jemaah menfokuskan diri pada tiga hal. Pertama, para jemaah harus fokus ibadah. Hindari aktivitas lain yang tidak berguna seperti menghabiskan waktu berjalan-jalan dan belanja.
"Kedua fokus jaga kesehatan. Kondisi dan situasi di Arab Saudi dengan Indonesia berbeda jadi mohon diikuti himbauan dari PPIH bagian kesehatan agar selama beribadah haji senantiasa sehat," anjurnya.
Selain dua hal tersebut, jemaah juga harus fokus kebersamaan. Hal ini dalam bentuk menjaga hubungan baik dengan sesama jemaah khususnya orang yang ada di sekitarnya. Jika kebersamaan antar jemaah dapat terwujud dengan baik maka kelancaran dan kekhusyuan jemaah dalam beribadah akan dapat terasa. (Muhammad Faizin)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua