Partai-Partai Arab di Israel Diprediksi Dapat 18 Kursi Parlemen
NU Online · Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:30 WIB
Husnul Khotimah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Jajak pendapat (exit polls) pertama dari pemilu umum Israel menunjukkan kemenangan historis bagi partai-partai Arab di negara tersebut, Selasa (27/10/2026).
​
TRT Wordl melaporkan, berdasarkan hasil proyeksi dari saluran-saluran televisi utama Israel, dua koalisi politik Arab, yaitu Ra'am dan Joint List, diprediksi meraih total 17 hingga 18 kursi di parlemen (Knesset) yang beranggotakan 120 kursi. Angka tersebut mengalami lonjakan signifikan dibandingkan dengan 10 kursi yang mereka peroleh pada pemilu tahun 2022.Â
​Suasana meriah terlihat di markas besar Joint List, sebuah aliansi yang terdiri dari beberapa partai Arab. Tempat tersebut dipenuhi sorak-sorai dan tepuk tangan saat hasil tersebut diumumkan.Â
Ketua Joint List Yousef Jabareen mengatakan bahwa pihaknya telah mencapai tujuan utama partainya.
"Hasil-hasil tersebut menandakan bahwa kami benar-benar telah mencapai tujuan untuk membentuk Joint List yang kuat. Dengan tanganmu kamu bisa mengubah dan dengan tanganmu kamu bisa memperbaikinya," ungkapnya dikutip NU Online dari TRT World, Rabu (28/10/2026).
Sementara itu, para pendukung partai Ra'am juga tampak merayakan pencapaian tersebut dengan meriah. Ketua Partai Ra'am Mansour Abbas menyampaikan orasinya bahwa partai Arab bukan sebagai pemain cadangan.
"Kami di sini, kami bukan di pinggiran dan bukan di bangku cadangan. Kami di sini, tugas dan tanggung jawab kami dalam Ra'am adalah mengubah kekuatan suara ini menjadi kekuatan politik yang besar, agar kita dapat ikut serta dalam tingkat pemerintahan di Israel, dan memberikan pencapaian bagi seluruh anggota masyarakat Arab kita," ujar Abbas.
Ia turut mengucapkan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah andil memberikan suaranya dalam pemilu tersebut.
"Salam untuk semua saudara dan saudari pemilih yang telah keluar dan memberikan suaranya dengan satu titik. Menjalankan hak mereka dan menjalankan kewarganegaraan mereka," ungkapnya.
​Melansir Anadolu, pada Selasa (27/10/2026), Komite Pemilihan Pusat mencatat tingkat kehadiran pemilih dalam pemilu parlemen Israel melonjak hingga 77,7 persen, tertinggi sejak tahun 1999 dan mengalami kenaikan sebesar 7,1 poin persentase dari pemilu sebelumnya di tahun 2022.Â
Selain itu, exit polls mencatat lonjakan dukungan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi faksi-faksi Arab. Sementara berdasarkan laporan Channel 12, tingkat partisipasi masyarakat Arab menembus angka 80%.Â
Lembaga penyiaran tersebut memperkirakan koalisi partai Arab akan mengamankan 18 kursi di Knesset (parlemen dengan total 120 kursi). Sementara itu, kubu yang dipimpin oleh Gadi Eisenkot (pemimpin partai Yashar) diproyeksikan meraih 52 kursi, bersaing dengan kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang mendapatkan 50 kursi.
​Kendati demikian, belum ada satupun kubu yang diprediksi mampu mengantongi 61 kursi mutlak yang disyaratkan untuk membentuk mayoritas di parlemen.
​Hasil proyeksi serupa juga dikeluarkan oleh Channel 13, di mana blok Eisenkot memimpin dengan 53 kursi, disusul blok Netanyahu dengan 50 kursi, serta partai-partai Arab yang memperoleh 17 kursi.
​Lebih lanjut, Channel 12 menyebutkan bahwa Presiden Isaac Herzog kemungkinan besar akan meminta Eisenkot untuk memimpin kabinet baru, meski langkah ini tetap harus menunggu perolehan suara resmi serta konsultasi dengan berbagai partai di parlemen.
​Proses penghitungan suara sendiri baru dimulai usai seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) resmi ditutup pada pukul 22.00 waktu setempat. Perlu dicatat bahwa data dari jejak pendapat tersebut masih sebatas proyeksi awal dan bukan hasil akhir resmi pemilu.
Terpopuler
1
NU Online Institute Buka Seleksi Beasiswa Kuliah di Malaysia bagi Santri, Ini Syarat dan Jadwalnya
2
Innalillahi, Anggota BPK RI Fathan Subchi Meninggal Dunia
3
Gus Ipul Sebut PCNU yang Dikabarkan Kembalikan Uang ke KPK Belum Lapor PBNU
4
LSP Pagar Nusa Jalani Asesmen Penuh BNSP untuk Perkuat Kualitas SDM
5
Lula Menangkan Pilpres Brasil, Cetak Sejarah dengan Empat Kali Masa Jabatan
6
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Walhi Ungkap Lemahnya Perlindungan Lingkungan
Terkini
Lihat Semua