Pemerintah Filipina Capai Kesepakatan dengan MILF
NU Online · Selasa, 10 Desember 2013 | 10:32 WIB
Jakarta, NU Online
Presiden Filipina, Benigno Aquino, menyambut baik kesepakatan pembagian kekuasaan dengan kelompok pemberontak Islam di kawasan Filipina selatan.<>
Berdasarkan kesepakatan dengan Barisan Pembebasan Islam Moro, MILF, maka wilayah otonomi itu akan memiliki pemerintahan yang dipilih rakyat, sebagaimana dilaporkan oleh BBC Indonesia.
Pemerintah terpilih kelak memiliki kekuasaan eksekutif untuk perdagangan dan investasi, namun pemerintah pusat di Manila tetap memegang kebijakan pertahanan, keuangan, dan luar negeri.
MILF melancarkan pemberontakan sejak tahun 1907-an dengan korban jiwa akibat konflik tersebut diperkirakan mencapai 150.000 orang.
Selain MILF, masih ada sejumlah kelompok-kelompok bersenjata kecil lainnya yang beroperasi di Klik Filipina selatan.
Walau menyambut baik kesepakatan yang dicapai di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu 8 Desember, Presiden Aquino memperingatkan peliknya perundingan lanjutan.
Salah satu masalah yang masih harus dirundingkan adalah sekitar 12.000 pejuang MILF yang harus meletakkan senjata.
""Ini tidak akan menjadi sederhana karena kita harus memperlihatkan kepercayaan penuh antara satu sama lain," tutur Aquino.
Bagaimanapun Aquino menegaskan kesepakatan Ahad jelas akan mempercepat proses perdamaian, yang merupakan salah satu prioritasnya dalam periode enam tahun masa jabatannya. (mukafi niam)
Terpopuler
1
Logo Munas dan Konbes NU 2026, Unduh di Sini
2
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
3
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
4
Gelar Konfercab X, PCINU Australia-New Zealand Tegaskan Wajah Diaspora NU yang Inklusif dan Bermanfaat
5
Gempa M7,7 di Mindanao Filipina, BMKG: Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng
6
Gempa M7,8 Guncang Filipina: 35 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Bangunan Rusak
Terkini
Lihat Semua