Pengebom Masjid di Peshawar Pakistan Kenakan Seragam Polisi
NU Online · Jumat, 3 Februari 2023 | 15:30 WIB
Jakarta, NU Online
Pelaku bom bunuh diri yang menewaskan lebih dari 100 orang di sebuah masjid di kompleks polisi di kota Peshawar, Pakistan, pekan ini mengenakan seragam polisi dan memasuki area yang dijaga ketat dengan sepeda motor.
Menurut penjelasan Associated Press, Kepala Polisi Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Moazzam Jah Ansari, pengebom mengenakan seragam polisi yang mengecoh penjaga di lokasi.
Polisi juga merilis rekaman, dari kamera CCTV polisi menunjukkan tersangka pengebom, berseragam polisi, mendekati kompleks polisi sambil mendorong sepeda motor, memberi kesan bahwa itu telah rusak.
“Kami akan membalas kesyahidan setiap polisi,” ujar Ansari dalam keterangan pers tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Ansari mengatakan, ledakan itu juga menyebabkan 225 orang terluka. Bukan hanya disebabkan oleh ledakan bahan peledak, sebagian besar korban juga terdampak oleh runtuhnya atap masjid Peshawar yang berusia 50 tahun. Kekuatan ledakan menyebabkan atap yang ditopang oleh dinding luar ambruk.
Ansari menyampaikan bahwa semua yang bertanggung jawab atas serangan keji itu, termasuk dalang dan fasilitator, akan ditangkap dan dihukum berdasarkan aturan yang berlaku.
Reuters dalam penjelasannya mengatakan bahwa ledakan yang paling mematikan dalam satu dekade terakhir di Peshawar itu terjadi ketika ratusan jemaah berkumpul menunaikan shalat Dzuhur.
"Penjaga polisi di pintu masuk utama mengira dia adalah anggota pasukan; mereka tidak memeriksanya," kata Ansari.
Anshari menyebut, penyelidik tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa penyerang bisa mendapatkan "bantuan internal".
Pada Rabu (1/2/2023), ratusan polisi menggelar demonstrasi di seluruh provinsi untuk memprotes serangan itu, menuntut perlindungan yang lebih baik bagi aparat kepolisian.
Pakistan, yang sebagian besar Muslim Sunni, mengalami lonjakan serangan militan sejak November lalu, ketika Taliban Pakistan atau Tehreek-e Taliban Pakistan (TTP) mengakhiri gencatan senjata dengan pasukan pemerintah. Kekerasan meningkat sejak Taliban Afghanistan merebut kekuasaan di Afghanistan pada Agustus 2021.
TTP membantah bertanggung jawab atas serangan masjid tersebut. Sementara Pejabat Pakistan mengatakan mereka mencurigai keterlibatan faksi sempalan dari TTP yang disebut Jamatul Ahrar.
Jamatul Ahrar telah mengaku bertanggung jawab atas beberapa serangan besar di kawasan Peshawar selama bertahun-tahun, termasuk pemboman bunuh diri kembar di Gereja All Saints yang menewaskan puluhan jamaah pada September 2013, merupakan serangan paling mematikan terhadap minoritas Kristen di negara itu.
Pewarta: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Aiz Luthfi
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
3
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
4
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
5
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
6
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
Terkini
Lihat Semua