Perhimpunan Tahanan Palestina: Israel Terus Lakukan Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan
NU Online · Senin, 6 Juli 2026 | 11:00 WIB
Jakarta, NU Online
Perhimpunan Tahanan Palestina (Palestinian Prisoner's Society/PPS) menyatakan otoritas Israel terus menerapkan kebijakan sistematis berupa penyiksaan, perlakuan tidak manusiawi, dan penghinaan terhadap tahanan Palestina. Organisasi tersebut juga menilai publikasi foto dan video yang memperlihatkan dugaan penyiksaan merupakan bentuk kekerasan terbuka yang bertujuan mempermalukan para tahanan di hadapan publik.
Dalam pernyataannya pada Ahad (5/7/2026) dilansir WAFA, PPS menyebut otoritas Israel terus menyebarluaskan foto dan rekaman video yang memperlihatkan tindakan represif serta dugaan pelanggaran berat terhadap para tahanan, termasuk perlakuan yang dinilai sebagai penghinaan sistematis dan tindakan yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
PPS menyoroti beredarnya sebuah foto yang memperlihatkan seorang tahanan asal Jalur Gaza dalam kondisi tanpa busana dan dibelenggu. Organisasi tersebut menyebut gambar itu sebagai pemandangan yang mengejutkan, mencerminkan perlakuan yang sangat merendahkan martabat manusia, serta menjadi bagian dari pola pelanggaran yang lebih luas selama perang berlangsung.
Menurut PPS, banyak dokumentasi mengenai dugaan penyiksaan terhadap tahanan justru direkam oleh tentara Israel sendiri. Meskipun otoritas Israel kerap menggambarkan kejadian-kejadian tersebut sebagai kasus yang berdiri sendiri, PPS menyatakan data lapangan dan kesaksian para tahanan menunjukkan tindakan tersebut merupakan bagian dari kebijakan yang bersifat institusional serta melibatkan berbagai unsur dalam sistem penahanan Israel.
Organisasi itu juga mengkritik video yang dipublikasikan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. Menurut PPS, publikasi tersebut berkontribusi menormalisasi praktik-praktik yang diduga melanggar hak asasi manusia sekaligus memperkuat budaya impunitas dengan mendorong penyebarluasan dugaan tindakan penyiksaan kepada publik.
PPS kembali mendesak masyarakat internasional dan organisasi-organisasi hak asasi manusia agar menjalankan tanggung jawab hukum dan moral dengan mengambil langkah-langkah segera untuk mengakhiri apa yang mereka sebut sebagai kebijakan impunitas yang memungkinkan terus berlanjutnya pelanggaran terhadap tahanan Palestina.
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
3
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua