Pesan PBNU kepada Nahdliyin yang Sedang Berhaji
NU Online · Rabu, 21 Juni 2023 | 19:00 WIB
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sayyid Muhammad Hilal Al Aidid. (Foto: NU Online/Mahbib)
Mahbib Khoiron
Penulis
Makkah, NU Online
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sayyid Muhammad Hilal Al Aidid berpesan kepada warga NU untuk senantiasa menyiapkan fisik dan spiritual menghadapi puncak haji yang dimulai pada 27 Juni nanti.
"Memperbanyak berdzikir, memperbanyak minum air putih, banyak istirahat jelang Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina)," ujarnya di sela kunjungannya ke tenda-tenda jamaah di Mina, distrik Masyair, Makkah, Arab Saudi, Rabu (21/6/2023).
Bersama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Sayyid Hilal selaku wakil ketua Amirul Hajj meninjau kesiapan fasilitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina untuk para jamaah, mulai dari tempat tidur, toilet, pendingin ruangan, dan lainnya.
"Kepada warga Nahdlatul Ulama yang sedang berhaji saya meminta kepada warga kami agar senantiasa berkoordinasi dengan para petugas dan aktif berkomunikasi sama rombongan," tambahnya.
Menurutnya, kesiapan fisik mesti menjadi prioritas karena hal ini berkaitan langsung dengan kesiapan rohani menghadapi ibadah-ibadah wajib pada puncak haji nanti.
"Karena haji adalah ibadah fisik yg terikat oleh ibadah rohani. Kalau fisiknya bagus, rohaninya pun pasti bagus," papar Sayyid Hilal.
Di kawasan Mina, Menag bersama rombongan meninjau Maktab 40, Tenda Misi Haji Indonesia, serta Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Turut menemani Dubes RI di Saudi Abdul Aziz, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, Irjen Kemenag Faesal AH, Ketua Dewan Direksi Perusahaan Masyariq Dzahabiyah M Amin Indragiri beserta jajarannya, para Staf Khusus dan Staf Ahli Menteri Agama, Konjen RI di Jeddah Eko Hartono, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam, serta jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H/2023 M.
Menag Yaqut sebagai Amirul Hajj sebelumnya juga mengimbau kepada jamaah untuk sementara tidak memforsir diri pada ibadah-ibadah sunnah hingga puncak haji selesai. Pasalnya, energi yang dibutuhkan pada periode Arafah, Muzdalifah, dan Mina sangatlah besar.
"Puncak ibadah haji ini masih beberapa waktu ke depan. Jadi tolong dihemat energinya. Jadi yang sunnah itu sudah cukup, sekarang mempersiapkan diri jamaah, utamanya jamaah lansia, untuk persiapan puncak haji nanti dengan begitu semua akan bisa berjalan baik dan lancar dan tidak akan banyak peristiwa yang tidak kita inginkan," pesan Yaqut.
Pewarta: Mahbib Khoiron
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
4
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
5
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
6
Mulai 1 Juli 2026, Kemenhaj Alihkan Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus ke Terminal 2F
Terkini
Lihat Semua