Pimpinan Gerakan Tani Internasional Diserahkan ke Afrika
NU Online · Rabu, 12 Juni 2013 | 13:20 WIB
Jakarta, NU Online
La Via Campesina (LVC), organisasi gerakan petani dunia akan mengakhiri kongres ke-6 yang diselenggarakan sejak 9 Juni kemarin di Padepokan Pencak Silat Indonesia, Taman Mini di Jakarta. LVC telah membuat keputusan penting mengenai strategi ke depan, anggota baru, koordinator baru dan masalah internal penting lainnya.<>
Koordinator global LVC yang juga ketua umum Serikat Petani Indonesia (SPI) mengatakan, sekretariat operasional internasional yang telah berada di Asia selama 8 tahun terakhir, saat ini akan pindah ke Afrika, tepatnya Zimbabwe.
"Kami akan menyerahkan tongkat estafet ke Afrika tahun ini. Afrika adalah benua yang sangat penting karena perusahaan transnasional menaruh perhatian disana,” kata Hendri Saragih dalam konferensi pers di arena kongres, Rabu (12/6).
“Mereka merampas tanah di sana dan memaksakan model revolusi hijau dengan GMO. Kami di Asia telah mengetahui kegagalan revolusi hijau di sini. Kami memperluas dan memperbesar solidaritas dan persatuan dengan gerakan tani Afrika untuk menghentikan rekolonialisasi ini dan memilih jalur pembangunan yang benar-benar akan menguntungkan bagi masyarakat dan petani, " kata Henry.
Kongres LVC merupakan agenda rutin 4 tahunan yang dihadiri organisasi-organisasi petani dari 76 negara. Pada kongres di Jakarta kali ini LVC mengesahkan 33 anggota baru yang berarti terhitung sebanyak 183 negara telah bergabung bersama dengan anggota negara baru lainnya seperti Palestina dan Taiwan.
Sementara itu Elizabeth Mpofu, dari organisasi petani Zimbabwe yang akan mulai menjadi tuan rumah Sekretariat internasional LVC tahun depan menyatakan, pada tahun-tahun mendatang pihaknya akan terus meningkatkan diskusi mendalam dan komitmen kembali yang lebih intensif berkenaan dengan semua masalah kunci yang telah diputuskan selama konferensi global yang terakhir di Maputo, Mozambik.
Rencana aksi utama akan dipublikasikan pada tanggal 13 Juni, namun Mpofu mengisyaratkan bahwa akan ada penekanan pada penguatan kampanye untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan, memberikan lebih banyak ruang untuk para pemuda, dan juga mempromosikan agenda yang positif melalui kampanye benih global.
Dikatakannya, pada Deklarasi Maputo, LVC telah mencantumkan isu-isu penting seperti membangun gerakan kedaulatan pangan global dengan para aliansi, mendorong Deklarasi PBB mengenai Hak Asasi Petani, menentang perdagangan bebas dan perusahaan-perusahaan transnasional, mempromosikan reforma agraria dan mengatasi dampak perubahan iklim antara satu sama lain.
Redaktur: A. Khoirul Anam
Terpopuler
1
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
2
Ini Jadwal Lengkap Agenda Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
3
Data Terkini Gempa NTT: 87 Meninggal Dunia, 1.298 Luka-Luka, dan 150 Ribu Warga Mengungsi
4
KH Ma’ruf Amin: Calon Ketua Umum PBNU Harus Punya Kapasitas Manajerial dan Teknokratis
5
Hukum Karnaval Menutup Jalan Umum dalam Islam, Bolehkah?
6
Karhutla Bersamaan di 7 Provinsi, Puluhan Hektare Lahan Hangus
Terkini
Lihat Semua