Karhutla Meluas di 13 Provinsi; 120 Ribu Hektare Lahan Terbakar, Kualitas Udara Memburuk
NU Online · Rabu, 16 September 2026 | 11:30 WIB
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan saat konferensi pers, Selasa (15/9/2026). (BNPB)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum juga mereda. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran terjadi di 13 provinsi sedikitnya 120.377,20 hektare lahan telah terbakar. Di sejumlah wilayah, persoalan karhutla tidak hanya menyisakan lahan yang hangus, tetapi juga memperburuk kualitas udara dan mengganggu jarak pandang warga.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan mengatakan Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar dalam catatan tersebut, yakni mencapai 48.536,73 hektare.
Ia menambahkan, pada Selasa (15/9/2026) ditemukan 19 titik api di Kalimantan Barat dengan estimasi lahan terbakar lebih dari 261,5 hektare. Sebanyak lebih dari 180 hektare telah dipadamkan, tetapi masih terdapat lebih dari 80 hektare yang belum dipadamkan.
Baca Juga
Doa-Doa agar Selamat dari Kebakaran
“Jarak pandang di bawah satu kilometer terjadi di Mempawah, Pontianak, Melawi, Sambas, Ketapang, Kubu Raya, Sintang, Kapuas Hulu, dan Kota Singkawang. Sedangkan kualitas udaranya berbahaya,” katanya dalam konferensi pers secara daring pada Selasa (15/9/2026).
Kondisi serupa terjadi di Kalimantan Tengah. Berton menyebutkan total lahan terbakar mencapai 15.976,1 hektare. Pada Selasa (15/9/2026) terdapat 56 titik api dengan estimasi lahan terbakar mencapai lebih dari 189 hektare, sementara 75,9 hektare berhasil dipadamkan dan lebih dari 113 hektare masih belum dipadamkan.
"Visibility sebesar di bawah lima kilometer terutama di Kota Palangkaraya. Sedangkan kategori udara adalah kategori sangat tidak sehat," ujarnya.
Di Kalimantan Selatan, lahan terbakar mencapai 19.303,99 hektare. Sebanyak 40 titik api ditemukan pada Selasa (15/9/2026) dengan estimasi lahan terbakar lebih dari 210 hektare. Lebih dari 136 hektare telah dipadamkan, sedangkan lebih dari 73 hektare belum dapat dipadamkan. Jarak pandang berkisar sembilan kilometer.
Kalimantan Timur mencatat 5.761,57 hektare lahan terbakar. Pada Selasa (15/9/2026) sebanyak 20 titik api ditemukan dengan estimasi lahan terbakar lebih dari 701,27 hektare. Dari luasan tersebut, lebih dari 381 hektare berhasil dipadamkan dan lebih dari 319,95 hektare masih tersisa.
"Visibility relatif normal antara delapan sampai sepuluh kilometer dengan cuaca cukup cerah dan minim kabut asap," ucapnya.
Karhutla juga melanda Sumatra Selatan dengan total lahan terbakar 6.552,31 hektare. Sebanyak 20 titik api ditemukan pada Selasa (15/9/2026) dengan estimasi lahan terbakar 404,22 hektare. Lebih dari 319 hektare telah dipadamkan, sementara lebih dari 84 hektare belum tertangani.
“Visibility relatif menurun tetapi ini masih jarak pandang sebesar empat sampai delapan kilometer,” tutur Berton.
Di Jambi, total lahan terbakar mencapai 2.998,02 hektare. Sebanyak 22 titik api ditemukan dengan luas lahan terbakar 44,5 hektare. Tim berhasil memadamkan 34,5 hektare dan masih menyisakan 10 hektare. Jarak pandang tercatat 1.100 meter.
Riau juga masih menghadapi karhutla dengan total lahan terbakar 19.851,65 hektare. Sebanyak 17 titik api ditemukan dengan lahan terbakar lebih dari 46,93 hektare. Sebanyak 25,13 hektare berhasil dipadamkan, sedangkan 21,8 hektare masih tersisa.
“Jarak pandang sebesar 3,7 sampai empat kilometer dan kualitas udara tidak sehat di Rokan Hilir, Bengkalis dan Siak,” ujarnya.
Di luar Sumatra dan Kalimantan, Berton mengatakan karhutla juga terjadi di sejumlah daerah. Jawa Timur masih menghadapi titik api di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan Gunung Butak. Luas lahan yang terbakar di Gunung Butak mencapai 478 hektare. Maluku Utara mencatat lahan terbakar seluas 44,5 hektare.
Di Jawa Tengah, kebakaran terjadi di TPA Putri Cempo, Kota Surakarta, dan dua kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Di Putri Cempo, area terdampak mencapai 6,3 hektare dengan sisa yang masih terbakar 0,6 hektare. “Sedangkan untuk Kabupaten Wonogiri di dua kecamatan kebakaran seluas 16,59 hektar dan tidak ada korban jiwa,” kata Berton.
Kalimantan Utara mencatat kebakaran lebih dari 4 hektare, terutama di Desa Gunung Seriang, Kabupaten Bulungan. “Tidak ada korban jiwa dan api masih dalam proses penanganan oleh tim gabungan,” ujarnya.
Di Sulawesi Tengah, lahan terbakar lebih dari 30 hektare terjadi di Kabupaten Poso dan perkebunan seluas 48 hektare di Kabupaten Tojo Una-Una. Di Lampung, kebakaran melanda Kabupaten Lampung Selatan seluas tujuh hektare dan Kabupaten Mesuji sekitar 339,3 hektare yang diduga akibat pembukaan lahan.
“Di Sulawesi Tenggara, ada kebakaran luas melanda enam kecamatan sebesar 423,14 hektare,” kata Berton.
Terpopuler
1
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
2
137 Mahasantri Ma'had Aly Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35 NU
3
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
4
Di KTT BRICS, Prabowo Dorong Global South Bersatu
5
Menteri Agama Lantik Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama
6
Data Antrean Haji Dibersihkan, Masa Tunggu Faktual Diperkirakan 14-15 Tahun
Terkini
Lihat Semua