Ribuan Paket Bantuan NU untuk Warga Palestina pada Ramadhan 1447 H
NU Online · Ahad, 22 Maret 2026 | 16:30 WIB
Jakarta, NU Online
NU Care-LAZISNU terus menunjukkan solidaritas kemanusiaan bagi warga terdampak konflik Palestina. Pada Ramadhan 1447 Hijriah berbagai bantuan disalurkan ke sejumlah wilayah, mulai dari Gaza, Deir Balah, Tepi Barat (West Bank), hingga Yerusalem.
Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU, Riri Khariroh mengatakan penyaluran bantuan kali ini bekerja sama dengan Gazze Destek Dernegi (GDD). Bantuan mencakup 1.626 paket buka bersama (iftar jama’i), serta 2.877 paket iftar mandiri bagi para pengungsi di kamp-kamp Gaza dan Deir Balah.
Selain itu, sebanyak 152 ribu liter air bersih didistribusikan untuk membantu masyarakat yang mengalami krisis air akibat rusaknya infrastruktur.
"Di wilayah lain, melalui Mitra Global NU Care di Yerusalem, bantuan berupa paket bahan makanan disalurkan kepada 1.400 penerima manfaat di Tepi Barat. Tak hanya itu, sebanyak 350 paket baju Lebaran keluarga serta 1.400 paket Idul Fitri juga diberikan kepada masyarakat di Yerusalem," rincinya dalam rilis yang diterima NU Online, Ahad (22/3/2026).
Pihaknya mengatakan bahwa kepedulian terhadap Palestina merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan yang telah lama dijalankan.
“Ini memang sudah menjadi tradisi NU Care-LAZISNU sejak lama. Sebagai lembaga filantropi Islam di bawah Nahdlatul Ulama, NU Care-LAZISNU memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap nasib warga Palestina yang mengalami penjajahan sejak lama,” kata Riri.
Riri menyebut kondisi di berbagai wilayah tersebut sangat memprihatinkan, sehingga NU Care–LAZISNU berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan kemanusiaan.
“Di bulan Ramadhan warga Palestina juga membutuhkan dukungan dari masyarakat dunia. Terlebih dengan kondisi mereka yang sangat memprihatinkan, rumah-rumah hancur porak-poranda, tidak ada penghidupan yang layak, sehingga mereka menjadi bagian dari mustahik yang perlu mendapatkan bantuan dari lembaga-lembaga filantropi Islam,” jelasnya.
Riri menambahkan, penyaluran bantuan dilakukan melalui jaringan kerja sama internasional yang telah lama dibangun. Melalui organisasi-organisasi tersebut bantuan dapat disalurkan secara lebih efektif kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Jaringan yang dimiliki Mitra Global NU Care di Yerusalem dan GDD memungkinkan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan, termasuk mereka yang tinggal di tenda-tenda pengungsian di wilayah Gaza maupun wilayah lainnya di Palestina,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan penyaluran bantuan melalui LAZISNU. "Insyaallah amanah tersebut akan kami jaga dan salurkan sebaik-baiknya kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya.
Koresponden Kemanusiaan GDD, Hadil Al Muz’anin, menjelaskan bahwa distribusi bantuan diprioritaskan bagi kelompok rentan.
“Prioritas dalam pendistribusian diberikan kepada keluarga pengungsi yang tinggal di kamp-kamp, terutama keluarga yang memiliki anak-anak, lansia, dan perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga, serta keluarga yang tidak memiliki sumber penghasilan tetap,” jelasnya.
Ia juga menyoroti krisis air bersih di Gaza akibat kerusakan infrastruktur selama konflik, yang membuat masyarakat bergantung pada pasokan air dari bantuan kemanusiaan.
“Tim lapangan menghadapi beberapa tantangan selama pelaksanaan proyek, di antaranya kesulitan bergerak dan berpindah antarwilayah pengungsian akibat situasi keamanan yang tidak stabil, serta kepadatan yang tinggi di kamp-kamp pengungsian dan meningkatnya jumlah keluarga yang membutuhkan dibandingkan dengan sumber daya yang tersedia,” ungkapnya.
Direktur Eksekutif Mitra Global NU Care di Yerusalem, Abeer Zayyad, menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat Indonesia. “Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah menyalurkan donasi melalui NU Care-LAZISNU," ungkapnya.
Berkat dukungan tersebut, kata Abber, berbagai bantuan ini menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga-keluarga yang tengah menghadapi situasi sulit akibat perang yang masih berlangsung di Palestina. "Semoga Allah membalas kebaikan para donatur,” pungkasnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
6
Penjelasan Kiai Afifuddin Muhajir Soal Hadis Rukyatul Hilal dari Perspektif Ilmu Nahwu
Terkini
Lihat Semua