WMO Peringatkan Potensi El Nino Kuat, Risiko Cuaca Ekstrem Meningkat
NU Online · Selasa, 7 Juli 2026 | 12:00 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Badan Cuaca Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau Badan Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) memperingatkan bahwa fenomena El Nino kuat berpotensi terjadi dalam beberapa bulan mendatang. Kondisi tersebut diperkirakan akan mendorong kenaikan suhu global sekaligus meningkatkan risiko cuaca dan iklim ekstrem di berbagai belahan dunia.
El Nino merupakan fenomena pemanasan berkala suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang umumnya berlangsung selama sembilan hingga 12 bulan. Ilmuwan WMO, Alvaro Silva, mengatakan bahwa fenomena ini dapat memicu kenaikan suhu rata-rata global serta memperbesar peluang terjadinya cuaca ekstrem.
“Kondisi El Nino telah muncul di Pasifik Khatulistiwa, dan terdapat kesepakatan yang luar biasa antara model prakiraan bahwa ini akan menjadi El Nino yang kuat. El Nino yang kuat ini diperkirakan akan berkembang dengan cepat dalam beberapa bulan ke depan,” ujarnya dikutip dari Reuters, diakses NU Online, Selasa (7/7/2026).
Silva menjelaskan bahwa tingkat intensitas El Nino menjadi faktor penting karena menentukan besarnya potensi gangguan cuaca di berbagai kawasan dunia.
Menurutnya, El Nino yang kuat akan meningkatkan kemungkinan terjadinya peristiwa cuaca dan iklim ekstrem di banyak wilayah “Intensitas El Nino sangat penting karena meningkatkan kemungkinan terjadinya cuaca dan peristiwa iklim ekstrem di berbagai belahan dunia,” katanya.
“Meskipun El Nino merupakan fenomena alam, saat ini fenomena tersebut terjadi di atas tren perubahan iklim jangka panjang yang disebabkan oleh aktivitas manusia,” sambungnya.
Ia menyampaikan bahwa El Nino kuat umumnya memunculkan pola cuaca yang lebih kering dari biasanya di sejumlah wilayah, seperti Amerika Tengah, Karibia, serta Amerika Utara dan Selatan. Sementara di Asia Selatan, termasuk beberapa wilayah Indonesia dan Asia Tenggara, musim monsun diperkirakan berlangsung lebih kering dibandingkan dengan kondisi normal.
"El Nino juga akan memberikan dorongan ekstra pada kenaikan suhu global. Kita tahu bahwa selama tahun-tahun El Nino, suhu rata-rata global biasanya mencapai rekor tertinggi," katanya.
Silva mengungkapkan bahwa dampak El Nino diperkirakan akan dirasakan di berbagai wilayah hingga akhir tahun dan berlanjut sampai 2027.
“Dampak El Nino akan dirasakan di berbagai wilayah hingga akhir tahun ini, bahkan berlanjut sepanjang 2027. Hal penting yang perlu diingat adalah dampaknya terhadap perubahan pola curah hujan,” katanya.
Terpopuler
1
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
2
PBNU Putuskan Lokasi Muktamar Ke-35 NU Esok
3
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
4
Maroko Lawan Prancis di Perempat Final Piala Dunia 2026, Ulangan Semifinal di Qatar 2022
5
Kemenhaj Kaji Biaya Haji 2027, Pertimbangkan Faktor Pelemahan Rupiah dan Harga Avtur
6
Mesir Temani Maroko ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Terkini
Lihat Semua