Lebih dari 130 Ribu Warga Jabar Terdampak Krisis Air Bersih, Bogor Terparah
NU Online · Ahad, 26 Juli 2026 | 09:00 WIB
Bandung, NU Online Jabar
Krisis air bersih akibat musim kemarau melanda delapan kabupaten dan kota di Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat sebanyak 130.014 warga terdampak dan kini bergantung pada bantuan distribusi air bersih.
Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Hadi Rahmat, mengatakan wilayah terdampak meliputi Kabupaten Bogor, Karawang, Bekasi, Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Purwakarta.
"Krisis air bersih terparah terjadi di Kabupaten Bogor, menyusul Karawang dan Kabupaten Bekasi. Kami telah mengirimkan bantuan berupa pendistribusian air bersih untuk warga," ujar Hadi.
Menurut Hadi, BPBD Jawa Barat telah menyiapkan strategi mitigasi secara bertahap sesuai tingkat prioritas wilayah untuk menangani dampak kekeringan.
Â
Pada wilayah dengan prioritas tinggi, penanganan difokuskan pada distribusi air bersih menggunakan mobil tangki serta penyediaan sumber air melalui pembangunan maupun pengeboran. Sementara itu, wilayah dengan prioritas menengah difokuskan pada penguatan logistik, kesiapan armada, dan pemantauan perkembangan kondisi di lapangan.
​​​​​​​BPBD juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dengan menampung air saat pasokan tersedia, menyimpannya di wadah yang bersih dan tertutup, serta menggunakan air sesuai kebutuhan sehari-hari.
"BPBD mengimbau warga untuk menampung air saat pasokan tersedia, menyimpan di wadah air yang bersih dan tertutup, menggunakan air sesuai kebutuhan, matikan keran saat tidak digunakan, dan gunakan air secukupnya untuk mandi, mencuci dan aktivitas sehari-hari," kata Hadi.
​​​​​​​Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengatakan penurunan curah hujan menyebabkan sejumlah sumber mata air warga mengering.
"Curah hujan yang menurun, mengakibatkan sumber mata air warga berkurang," ujar Adam, Kamis (23/7/2026).
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
Maju Calon Ketua Umum PBNU, Gus Yusuf Soroti Tata Kelola Organisasi dan Penguatan Pesantren
2
Khutbah Jumat: Menyeimbangkan Antara Percaya Takdir dan Tuntutan Menjaga Kesehatan
3
Khutbah Jumat: Menjaga Kesehatan dengan Berolahraga, Ikhtiar Menjaga Amanah dari Allah
4
Gus Rozin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Bawa Misi Benahi Organisasi
5
Kongres Umat Islam Indonesia Usulkan Pembentukan Danantara Syariah untuk Konsolidasikan Ekonomi Umat
6
Prabowo Tuding Masih Ada Londo Ireng dengan Wajah Wartawan hingga LSM
Terkini
Lihat Semua