Mahasiswa Unusia Ikuti Pengabdian Internasional di Kairo, Berbagi Literasi Keuangan Global
NU Online · Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:30 WIB
Jakarta, NU Online Jakarta
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Kairo, Mesir, pada 28 September 2026. Bekerja sama dengan Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI), kegiatan ini menyasar 54 mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Mesir.
Bertajuk “Peningkatan Kapasitas Mahasiswa Indonesia di Kairo dalam Konteks Sosial Masyarakat Mesir dan Tata Kelola Keuangan serta Transaksi Internasional,” kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Al Mahdi Ibn Baraka, Nasr City, Kairo. Program ini berfokus pada penguatan literasi keuangan, pemahaman transaksi internasional, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosial lintas budaya.
Dekan FEB Unusia, Muhammad Aras Prabowo mengatakan pengabdian kepada masyarakat perlu menjangkau warga negara Indonesia yang berada di luar negeri. Menurut dia, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk mahasiswa Indonesia di Mesir.
“Pengabdian masyarakat tidak boleh berhenti pada batas geografis Indonesia. FEB Unusia harus mampu menghadirkan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia di berbagai negara, termasuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di Mesir,” ujar Aras dalam keterangannya yang diterima NU Online Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Ia menilai mahasiswa Indonesia di luar negeri menghadapi persoalan keuangan yang berbeda dari kondisi di tanah air. Perbedaan sistem perbankan, fluktuasi nilai tukar, biaya hidup, dan mekanisme transaksi lintas negara menuntut kemampuan pengelolaan keuangan yang memadai.
Karena itu, FEB Unusia mendorong mahasiswa memahami perencanaan anggaran, tata kelola keuangan, keamanan transaksi digital, serta risiko perubahan nilai tukar. Aras menegaskan literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kecakapan ekonomi, tetapi juga pembentukan sikap mandiri, disiplin, dan akuntabel.
Dari sisi pendidikan keislaman, Direktur PKUMI, KH Ahmad Thib Raya menekankan pentingnya kemampuan calon ulama dalam membaca persoalan sosial dan ekonomi masyarakat global.
“Calon ulama harus memiliki kedalaman ilmu agama sekaligus kemampuan membaca persoalan sosial dan ekonomi. Kolaborasi PKUMI dengan FEB Unusia merupakan langkah penting untuk membangun kader ulama yang berwawasan luas dan mampu menjawab tantangan zaman,” kata Kiai Thib Raya.
Sementara itu, Muhammad Amin Bukhari, mahasiswa doktoral Tafsir Universitas Al-Azhar Kairo, memaparkan karakter sosial masyarakat Mesir, mulai dari budaya komunikasi hingga tradisi akademik. Ia juga membahas tantangan yang dihadapi mahasiswa Indonesia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan setempat.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
NU Online Institute Buka Seleksi Beasiswa Kuliah di Malaysia bagi Santri, Ini Syarat dan Jadwalnya
2
LSP Pagar Nusa Jalani Asesmen Penuh BNSP untuk Perkuat Kualitas SDM
3
Lula Menangkan Pilpres Brasil, Cetak Sejarah dengan Empat Kali Masa Jabatan
4
Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada
5
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar: Tugas Pengurus Merangkul Semua Elemen, Meningkatkan Kualitas Nahdliyin
6
Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Ada Kenaikan hingga Akhir Tahun
Terkini
Lihat Semua