Makna Nama dan Gelar Mbah Ahmad Mutamakkin menurut Gus Baha
NU Online · Jumat, 19 Juli 2024 | 14:00 WIB
Pati, NU Online
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Bahaudin Nursalim (Gus Baha) menjelaskan makna dari nama seorang ulama terkemuka asal Pati, Jawa Tengah KH Ahmad Mutamakkin atau Mbah Mutamakkin.
Gus Baha menjelaskan, Mbah Mutamakkin memiliki nama asli Ahmad. Sementara Mutamakkin adalah nama gelar karena dikenal pemberani pada masanya dahulu.
“Ketika tamakkana fi maqamih, dapat gelar Mutamakkin, orang yang kokoh yang tidak bergeser meskipun banyak ujian,” terang Gus Baha, sebagaimana dikutip NU Online Jateng.
Gus Baha menerangkan, nama Ahmad merupakan bentuk mengambil berkah dari nama lain Nabi Muhammad.
Lebih lanjut, Gus Baha menjelaskan bahwa pemberian nama Ahmad kepada Rasulullah ini lantaran sosoknya sebagai makhluk yang paling tak terbatas memberikan pujian kepada Allah. Secara hakikat, hubungan kehambaan makhluk tidak terbatas sampai akhirat.
“Allah itu tidak bisa dibatasi akhirat. Kaidah syariat memang akhirat finish. Tapi kaidah hakikat, tidak bisa dibatasi akhirat. Itu unik,” katanya.
Karenanya, ketika orang dan nabi lain sibuk memikirkan dirinya saat di mahsyar, Nabi Muhammad justru tetap memposisikan diri sebagai seorang hamba di hadapan Allah. Hal itu ditunjukkan dengan sujud seketika melihat Allah sembari menghaturkan doa untuk keselamatan umatnya.
“Nabi tetap pede doa. Ini ilmu yang tidak dimiliki Nabi lain,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Lembaga Pembinaan, Pendidikan, dan Pengembangan Ilmu Al-Qur’an (LP3IA), Narukan, Rembang, Jawa Tengah itu.
Baca selengkapnya di https://jateng.nu.or.id/amp/nasional/gus-baha-terangkan-makna-nama-dan-gelar-mbah-ahmad-mutamakkin-bEcSJ
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
Terkini
Lihat Semua